Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan Fosil Langka: Kisah Gadis Kecil Menemukan Tulang Mammoth Berusia 100.000 Tahun yang Menggemparkan!

Richard Lawongan • Selasa, 23 Juli 2024 | 16:03 WIB

Tulang Mammoth Berusia 100.000 Tahun.
Tulang Mammoth Berusia 100.000 Tahun.

RADARPAPUA -
Seorang gadis berusia 8 tahun di Rusia menemukan tulang kaki mammoth berbulu dan tulang belakang bison purba setelah terjadi longsor di tepi Sungai Oka dekat Novinki, Rusia barat.

Gadis bernama Maryam Mirsaitova ini melihat beberapa benda aneh yang muncul karena longsor tersebut. Ayahnya kemudian mengirim foto-foto temuan itu ke Museum-Reserve Nizhny Novgorod untuk diidentifikasi oleh para peneliti.

Ternyata, Maryam menemukan tulang sendi lutut dan tulang kering bagian bawah dari mammoth berbulu (Mammuthus primigenius). Tulang-tulang itu cukup terawat baik, meskipun ada jaringan spons yang mulai rusak karena sedimentasi. Ukuran tulangnya menunjukkan bahwa itu adalah tulang mammoth dewasa yang besar. Para peneliti mengatakan hewan itu kemungkinan hidup sekitar 100.000 tahun yang lalu.

Baca Juga: Penemuan Kereta Kuda Romawi di Pompeii Mengungkap Kisah Kuno yang Menakjubkan

Tulang sendi lutut dan tulang kering bagian bawah dari mammoth berbulu.
Tulang sendi lutut dan tulang kering bagian bawah dari mammoth berbulu.

Mammoth berbulu dulu sering ditemukan di daerah dingin di Eropa dan Asia sekitar 700.000 tahun yang lalu, dan kemudian di Amerika Utara bagian utara sekitar 100.000 tahun yang lalu. Di daerah tempat Maryam menemukan fosil ini, mammoth berbulu kemungkinan masih ada hingga sekitar 10.000 tahun yang lalu — ketika zaman es berakhir, menyebabkan hewan-hewan ini kehilangan habitat dan sumber makanan mereka. Perburuan oleh manusia juga bisa mempercepat kepunahan mereka.

Kelompok mammoth berbulu yang tersisa hidup di Pulau Wrangel di Rusia hingga sekitar 4.000 tahun yang lalu, tetapi mereka akhirnya punah karena perkawinan sedarah yang menyebabkan masalah genetik.

Baca Juga: Dinosaurus Langka Ditemukan: Apa yang Membuat Triceratops Ini Begitu Spesial?

Tulang kaki mammoth berbulu dan tulang belakang bison purba.
Tulang kaki mammoth berbulu dan tulang belakang bison purba.

Rusia kaya akan fosil mammoth, terutama di Siberia. Beberapa fosil bahkan ada yang menjadi mumi karena kondisi lingkungan yang sangat dingin yang memperlambat pembusukan. Misalnya, seekor anak mammoth yang menjadi mumi dan kemudian dinamai Lyuba ditemukan di Semenanjung Yamal pada tahun 2007.

Temuan Maryam juga termasuk tulang belakang dari bison stepa (Bison priscus), yang hidup di Eropa, Asia, dan Amerika Utara selama zaman Pleistosen (2,6 juta hingga 11.700 tahun yang lalu). Bison ini adalah leluhur dari bison Eropa modern (Bison bonasus) dan bison Amerika (Bison bison).

Baca Juga: Makhluk Aneh Ini Ternyata Campuran Monyet, Ikan, dan Reptil! Lihat Fakta Mengerikannya!

Tulang kaki mammoth berbulu dan tulang belakang bison purba.
Tulang kaki mammoth berbulu dan tulang belakang bison purba.

Dalam sebuah unggahan di VK, Museum-Reserve Nizhny Novgorod mengatakan Maryam juga menemukan tulang dari hewan yang belum diidentifikasi.

Para staf museum mendorong orang lain yang menemukan fosil untuk melaporkannya ke institusi ilmiah. Banyak fosil berakhir di tangan pribadi sehingga tidak bisa dipelajari. Misalnya, Lyuba awalnya ditukar oleh sepupu peternak rusa yang menemukannya dengan dua buah skuter salju. Dia kemudian dikembalikan oleh pihak berwenang dan dipindahkan ke museum di Rusia, lalu dipamerkan ke seluruh dunia sebagai bagian dari pameran tentang mammoth. (*)

Editor : Richard Lawongan
#Sejarah Purba #Rusia #penemuan fosil #Sungai Oka #penemuan langka #zaman es #Mammoth berbulu #arkeologi #Fosil bison #Anak penemu