Biasanya, posisi Sphinx tidak dianggap penting dalam astronomi. Namun, Zahi Hawass, mantan Menteri Antik Mesir, percaya bahwa gambar ini menunjukkan bahwa posisi Sphinx dipilih dengan hati-hati berdasarkan perhitungan astronomi. Ini berbeda dengan anggapan lama yang mengatakan bahwa orang Mesir Kuno hanya menemukan batu dan membuat patung tanpa memikirkan posisinya.
Equinox Musim Semi dan Musim Gugur sering dianggap sangat penting. Peneliti percaya bahwa orang Mesir Kuno menggunakan alat pengukur sederhana untuk mengikuti gerakan matahari selama equinox.
Penelitian oleh Glen Dash, seorang insinyur, menunjukkan bahwa Piramida Besar Khufu, Piramida Khafra, dan Piramida Merah semuanya sejajar dengan baik. Tidak ada kompas atau alat serupa yang ditemukan, sehingga Dash berpendapat bahwa mereka mungkin menggunakan tali untuk membuat sudut yang tepat. Namun, cara mereka menyusun piramida dan monumen lainnya masih belum jelas.
Koneksi antara astronomi dan pembangunan piramida telah diteliti selama bertahun-tahun. Penelitian menunjukkan bahwa Piramida Besar Khufu hampir sempurna sejajar dengan arah utara, selatan, timur, dan barat. Gambar terbaru mendukung klaim ini dan bisa mengubah cara kita memahami peran Sphinx dalam budaya dan agama Mesir Kuno. (*)
Editor : Richard Lawongan