RADARPAPUA - Di tengah reruntuhan Pompeii, ditemukan sisa-sisa manusia yang memberikan wawasan baru tentang kehidupan di Kekaisaran Romawi pada abad pertama Masehi.
Reruntuhan Pompeii adalah salah satu taman arkeologi yang paling terkenal di dunia. Para arkeolog masih terus menemukan penemuan baru di sana, tidak jauh dari Napoli, Italia. Para ahli bekerja di sebuah vila besar, yang dulu merupakan rumah anggota elit Pompeii, ketika mereka menemukan sisa-sisa ini. Reruntuhan vila ini terletak di Civita Giuliana, di mana penemuan penting sering ditemukan. Para arkeolog menemukan sisa-sisa dua laki-laki di sebuah ruang bawah tanah atau kamar bawah tanah di bawah vila tersebut.
Penyebab kematian orang-orang malang ini yang tewas pada tahun 79 Masehi saat letusan Gunung Vesuvius juga menjadi alasan mengapa sisa-sisa mereka ditemukan dalam kondisi yang baik.
Sisa Manusia Baru di Pompeii: Apakah Mereka Tuan dan Budak?
Sisa-sisa yang ditemukan adalah dua penduduk Pompeii kuno yang tewas pada tahun 79 Masehi ketika Gunung Vesuvius meletus dan menenggelamkan kota dengan abu panas, batu apung, dan aliran piroklastik. Direktur taman arkeologi Pompeii, Massimo Osanna, menyatakan bahwa penemuan ini "benar-benar luar biasa." Kedua tubuh yang terawetkan ditemukan di vila tersebut adalah seorang pria tua dan seorang pria muda berusia awal dua puluhan.
Penyelidikan lebih lanjut menunjukkan bahwa pria tua tersebut memiliki jejak mantel wol di lehernya. Pria muda tersebut masih memiliki jejak tunik serupa yang ia kenakan pada hari naas tersebut pada tahun 79 Masehi. Studi terhadap sisa-sisa tersebut menunjukkan bahwa tulang punggung pria muda tersebut hancur dan aus. Mengingat usianya, ini menunjukkan bahwa dia telah terlibat dalam pekerjaan fisik yang berat. Hal ini mungkin mengindikasikan bahwa dia adalah seorang budak karena budak biasanya terlibat dalam pekerjaan yang sangat berat, dan pria tua tersebut mungkin adalah tuannya.
Budak dan Tuannya Ditemukan di Vila di Pinggiran Pompeii
Budak dan tuannya yang ditemukan di vila di pinggiran Pompeii ini kemungkinan besar mengalami kematian yang mengerikan dan menyakitkan, seperti yang terlihat dari cara mereka mengatupkan gigi dan tangan mereka. (*)
Editor : Richard Lawongan