Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Sisa-sisa Tuan dan Budaknya Ditemukan di Pompeii, Memiliki Nilai Sejarah Besar

Richard Lawongan • Kamis, 25 Juli 2024 | 13:09 WIB

Sisa-sisa Tuan dan Budaknya.
Sisa-sisa Tuan dan Budaknya.

RADARPAPUA -
Di tengah reruntuhan Pompeii, ditemukan sisa-sisa manusia yang memberikan wawasan baru tentang kehidupan di Kekaisaran Romawi pada abad pertama Masehi.

Reruntuhan Pompeii adalah salah satu taman arkeologi yang paling terkenal di dunia. Para arkeolog masih terus menemukan penemuan baru di sana, tidak jauh dari Napoli, Italia. Para ahli bekerja di sebuah vila besar, yang dulu merupakan rumah anggota elit Pompeii, ketika mereka menemukan sisa-sisa ini. Reruntuhan vila ini terletak di Civita Giuliana, di mana penemuan penting sering ditemukan. Para arkeolog menemukan sisa-sisa dua laki-laki di sebuah ruang bawah tanah atau kamar bawah tanah di bawah vila tersebut.

Penyebab kematian orang-orang malang ini yang tewas pada tahun 79 Masehi saat letusan Gunung Vesuvius juga menjadi alasan mengapa sisa-sisa mereka ditemukan dalam kondisi yang baik.

Tuan dan Budaknya.
Tuan dan Budaknya.

Sisa Manusia Baru di Pompeii: Apakah Mereka Tuan dan Budak?

Sisa-sisa yang ditemukan adalah dua penduduk Pompeii kuno yang tewas pada tahun 79 Masehi ketika Gunung Vesuvius meletus dan menenggelamkan kota dengan abu panas, batu apung, dan aliran piroklastik. Direktur taman arkeologi Pompeii, Massimo Osanna, menyatakan bahwa penemuan ini "benar-benar luar biasa." Kedua tubuh yang terawetkan ditemukan di vila tersebut adalah seorang pria tua dan seorang pria muda berusia awal dua puluhan.

Sisa-sisa Tuan dan Budaknya.
Sisa-sisa Tuan dan Budaknya.

Penyelidikan lebih lanjut menunjukkan bahwa pria tua tersebut memiliki jejak mantel wol di lehernya. Pria muda tersebut masih memiliki jejak tunik serupa yang ia kenakan pada hari naas tersebut pada tahun 79 Masehi. Studi terhadap sisa-sisa tersebut menunjukkan bahwa tulang punggung pria muda tersebut hancur dan aus. Mengingat usianya, ini menunjukkan bahwa dia telah terlibat dalam pekerjaan fisik yang berat. Hal ini mungkin mengindikasikan bahwa dia adalah seorang budak karena budak biasanya terlibat dalam pekerjaan yang sangat berat, dan pria tua tersebut mungkin adalah tuannya.

Tuan dan Budaknya.
Tuan dan Budaknya.

Budak dan Tuannya Ditemukan di Vila di Pinggiran Pompeii

Budak dan tuannya yang ditemukan di vila di pinggiran Pompeii ini kemungkinan besar mengalami kematian yang mengerikan dan menyakitkan, seperti yang terlihat dari cara mereka mengatupkan gigi dan tangan mereka. (*)

Editor : Richard Lawongan
#Penemuan Kuno #Sejarah Italia #Sejarah Romawi #arkeologi #Sisa Manusia #Letusan Vulkanik #kehidupan romawi #pompeii #Budak dan Tuan #Gunung Vesuvius