RADARPAPUA - Para arkeolog menemukan lukisan dinding di kamar tidur kuno di Pompeii yang menggambarkan adegan antara seorang wanita dan seekor angsa.
Lukisan air ini tetap berwarna cerah dan detailnya meskipun sudah terkubur di bawah abu dari letusan Gunung Vesuvius selama hampir 2.000 tahun.
Para ahli mengatakan angsa itu adalah perwujudan dewa Romawi Zeus, yang dalam mitologi Romawi dikenal sebagai Jupiter, yang sedang menghamili putri manusia bernama Leda.
Baca Juga: Temuan Mengejutkan di Pompeii: Fosil Kuda Berusia 2.000 Tahun dengan Pelana Terawetkan!
Lukisan ini dikenal sebagai 'Leda e il cigno' (Leda dan angsa) dan menggambarkan cerita mitologi Yunani di mana Leda dihamili oleh Zeus yang berubah menjadi angsa.
Direktur taman arkeologi Pompeii, Massimo Osanna, mengatakan kepada kantor berita Italia ANSA tentang legenda Leda dan angsa. Ia mengatakan adegan burung yang menghamili wanita mitos itu adalah tema umum dalam desain interior Pompeii. Ia juga memuji lukisan tersebut karena wanita dalam lukisan tampak melihat langsung ke arah yang melihat lukisan itu dengan sensualitas yang sangat nyata.
Baca Juga: Sisa-sisa Tuan dan Budaknya Ditemukan di Pompeii, Memiliki Nilai Sejarah Besar
Lukisan ini ditemukan selama pekerjaan perbaikan untuk menguatkan struktur kota kuno setelah hujan dan keausan bertahun-tahun menyebabkan beberapa reruntuhan runtuh.
Kota Romawi kuno yang berkembang pesat ini terkubur oleh letusan gunung berapi Vesuvius pada tahun 79 Masehi. Vesuvius menghancurkan Pompeii, Oplontis, dan Stabiae dengan abu dan pecahan batu, serta kota Herculaneum dengan aliran lumpur.
Setiap penduduk Pompeii meninggal seketika ketika kota di Italia selatan itu terkena gelombang panas 500°C dari satu-satunya gunung berapi aktif di Eropa.
Baca Juga: Penemuan Mengejutkan! Desa Kuno Celtic dan Pemukiman Romawi Ditemukan di Munich
Penggalian Pompeii, pusat industri di daerah itu, dan Herculaneum, sebuah resor pantai kecil, telah memberikan wawasan luar biasa tentang kehidupan Romawi. Para arkeolog terus menemukan lebih banyak dari kota yang tertutup abu ini.
Pada bulan Mei, para arkeolog menemukan jalan setapak dengan rumah-rumah besar yang balkon-balkonnya masih utuh dan berwarna asli. Penemuan lukisan dinding ini memberikan wawasan lebih lanjut tentang bagaimana penduduk kota yang malang itu hidup. (*)
Editor : Richard Lawongan