Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Pedang Emas Berusia 3.500 Tahun dan Perhiasan dari Makam Prajurit Kuno Bisa Beri Tahu Asal Usul Peradaban Yunani

Richard Lawongan • Senin, 29 Juli 2024 | 07:19 WIB

Penemuan perhiasan dari Makam Prajurit Kuno.
Penemuan perhiasan dari Makam Prajurit Kuno.

RADARPAPUA -
Tahun lalu, para arkeolog menemukan tengkorak prajurit kuno berusia 3.500 tahun di sebuah makam penuh harta karun di Yunani. Temuan ini dianggap sebagai penemuan paling penting dalam 65 tahun terakhir.

Sejak saat itu, para peneliti telah bekerja keras untuk mempelajari benda-benda yang ditemukan. Mereka mengatakan bahwa beberapa cincin emas yang ditemukan bisa membantu kita memahami lebih banyak tentang bagaimana peradaban Yunani dimulai.

Baca Juga: Leda dan Angsa: Lukisan Erotis yang Menggemparkan Pompeii dan Perspektif Sosial-Estetika di Baliknya!

Pedang Emas 3.500 Tahun.
Pedang Emas 3.500 Tahun.

Cincin-cincin tersebut, yang tiga di antaranya baru dipamerkan, terbuat dari lapisan emas. Cincin pertama menggambarkan seekor banteng yang melompat, motif yang sering ditemukan dalam seni Minoa.

Dr. Sharon Stocker dan suaminya, Profesor Jack Davis, menemukan makam yang masih utuh saat menggali dekat Pylos, sebuah kota kuno di pesisir barat daya Yunani.

Di dalam makam, mereka menemukan sisa tubuh seorang prajurit atau pendeta Mycenaean yang kuat, berusia sekitar 30-an tahun, yang dimakamkan sekitar tahun 1500 SM. Makam ini terletak dekat Istana Nestor, yang terkenal dalam kisah Homer's 'Odyssey'.

Baca Juga: Penemuan Lukisan Dinding Phriksos dan Helle: Mengungkap Keindahan Mitologi Yunani di Pompeii!

Penemuan perhiasan dari Makam Prajurit Kuno.
Penemuan perhiasan dari Makam Prajurit Kuno.

Makam ini mengungkapkan lebih dari 2.000 barang, termasuk empat cincin emas, cangkir perak, manik-manik batu berharga, sisir gading, dan pedang yang rumit, serta senjata lainnya.

Cincin pertama menggambarkan seekor banteng, cincin kedua menunjukkan lima wanita berpakaian mewah di dekat kuil pantai, cincin ketiga menggambarkan seorang wanita yang tampaknya seorang dewi, dan cincin terakhir menunjukkan seorang wanita yang menawarkan tanduk banteng kepada dewi.

Baca Juga: Warisan Tersembunyi Laut Hitam: Harta Karun Koin dan Perhiasan Ditemukan

Sisir gading.
Sisir gading.

Dr. Stocker mengatakan bahwa pekerjaan membuat cincin ini sangat terampil untuk sesuatu yang sangat kecil dan tua.

Sisa tubuh ini disebut 'Prajurit Griffin' karena ada plakat gading dengan gambar makhluk mitos setengah singa dan setengah elang yang ditemukan bersamanya.

Penemuan ini memberikan gambaran tentang awal peradaban Mycenaean, sebuah periode penting dalam Zaman Perunggu.

Baca Juga: Penemuan Fosil Tritylodont Jurassic yang Mengejutkan di Danau Powell, Bikin Ilmuwan Terkejut!

Lokasi penemuan perhiasan dari Makam Prajurit Kuno.
Lokasi penemuan perhiasan dari Makam Prajurit Kuno.

Beberapa barang, termasuk perhiasan dan cangkir perunggu, dibuat oleh orang Minoa yang lebih maju secara budaya. Peneliti percaya bahwa orang Mycenaean mengerti tentang budaya dan simbol-simbol Minoa yang mereka ambil.

Mereka percaya bahwa barang-barang ini tidak hanya dianggap sebagai harta karun, tetapi dipilih secara khusus karena maknanya yang penting bagi mereka. (*)

Editor : Richard Lawongan
#Minoa #makam kuno #Mycenaean #Sejarah Yunani #Arkeologi Yunani #harta karun #Temuan Berharga #Penemuan Arkeologi #cincin emas #Peradaban Kuno