RADARPAPUA - Indonesia, dengan sejarah perdagangannya yang kaya, sering menjadi titik temu berbagai peradaban besar. Namun, apakah pernah ada jejak Romawi di nusantara ini? Pertanyaan ini menarik, terutama dengan adanya temuan di situs Bongal, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara.
Situs Bongal: Penghubung Peradaban Global
Situs Bongal yang berada sekitar 60 kilometer di selatan Barus, Sumatra Utara, telah memberikan bukti kuat adanya interaksi antara nusantara dengan dunia luar sejak zaman dahulu kala. Berdasarkan temuan yang dilakukan oleh peneliti Kantor Arkeologi Sumatra Utara, Ery Soedewo, situs ini menunjukkan berbagai artefak yang berasal dari peradaban yang berbeda.
Temuan di Bongal mencakup lempengan logam dengan huruf Arab, barang-barang kaca dari Timur Tengah, dan mangkuk keramik dari masa Dinasti Tang (618-907 Masehi). Ini menunjukkan bahwa situs Bongal telah menjadi pusat perdagangan global yang signifikan jauh sebelum kedatangan bangsa Eropa di Asia Tenggara.
Manik-Manik Bergaya Romawi di Bongal
Salah satu temuan paling menarik dari ekskavasi di Bongal adalah manik-manik bergaya Romawi, yang biasa disebut Roman beads. Manik-manik ini ditemukan dalam periuk terakota, yang awalnya diperkirakan sebagai makam, bersama beberapa barang lainnya. Menurut Ery Soedewo, manik-manik ini memiliki lapisan emas dan perak, yang menunjukkan teknik pembuatan khas Romawi.
Jenis manik-manik ini telah diproduksi sejak abad ketiga sebelum Masehi di Mesir dan terus berlanjut hingga masa awal perkembangan Islam di Timur Tengah. Temuan ini memberikan indikasi bahwa ada barang-barang dari Kekaisaran Romawi yang mencapai nusantara melalui jalur perdagangan internasional.
Bukti Perdagangan Rempah yang Lebih Tua
Selain manik-manik Romawi, di situs Bongal juga ditemukan biji pinang, biji pala, dan kemiri yang berasal dari sekitar tahun 600 hingga 700 Masehi. Temuan ini menunjukkan bahwa perdagangan rempah-rempah di nusantara sudah berlangsung jauh sebelum maraknya perdagangan rempah oleh bangsa Eropa pada abad ke-16 dan ke-17 Masehi.
Ini menandakan bahwa Indonesia telah menjadi pusat perdagangan penting yang menarik minat pedagang dari berbagai belahan dunia, termasuk Timur Tengah dan mungkin juga wilayah yang berada di bawah pengaruh Romawi.
Meskipun belum ditemukan bukti langsung yang menunjukkan keberadaan orang Romawi di Indonesia, temuan di situs Bongal memberikan indikasi kuat adanya hubungan perdagangan antara nusantara dengan peradaban Romawi melalui barang-barang perdagangan. Manik-manik bergaya Romawi dan barang-barang lainnya dari Timur Tengah menunjukkan bahwa nusantara telah menjadi bagian dari jaringan perdagangan global yang luas jauh sebelum kedatangan bangsa Eropa.
Penemuan ini tidak hanya membuka mata kita tentang pentingnya Indonesia dalam sejarah perdagangan dunia, tetapi juga menegaskan bahwa nusantara telah lama menjadi tempat pertemuan berbagai peradaban besar. Situs Bongal menjadi bukti nyata bagaimana Indonesia telah menjadi simpul penting dalam jalur perdagangan dunia, menghubungkan Timur dan Barat melalui perdagangan rempah dan barang-barang berharga lainnya. (*)
Editor : Richard Lawongan