Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Sejarah Pompeii: Kota Hilang Akibat Letusan Vesuvius, Penemuan Kembali yang Mengejutkan, dan Beragam Kontroversinya

Richard Lawongan • Rabu, 31 Juli 2024 | 20:00 WIB
Puncak Gunung Vesuvius dilihat dari situs arkeologi Pompeii yang ada di Italia.
Puncak Gunung Vesuvius dilihat dari situs arkeologi Pompeii yang ada di Italia.

RADARPAPUA - Pompeii adalah sebuah kota zaman Romawi Kuno yang terletak di wilayah Campania, Italia, dekat dengan kota Napoli. Kota ini hancur oleh letusan dahsyat Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi. Peristiwa ini mengakibatkan Pompeii terkubur di bawah abu vulkanik selama berabad-abad, menjadikannya salah satu kisah sejarah paling terkenal di dunia.

Sejarah Kota Pompeii


Pompeii pertama kali tercatat dalam sejarah pada tahun 310 SM saat Perang Samnite Kedua. Penduduk Pompeii merupakan keturunan Neolitik Campania yang menggunakan bahasa Oscan sebagai bahasa utama mereka. Setelah Pompeii diakui sebagai bagian dari Kekaisaran Romawi, bahasa yang digunakan berubah menjadi Latin. Kota ini kemudian berkembang menjadi kota yang megah dengan berbagai bangunan arsitektur yang indah dan karya seni yang kaya.

Ilustrasi alun-alun Pompeii.
Ilustrasi alun-alun Pompeii.

Bencana di Pompeii

Sebelum letusan Gunung Vesuvius, Pompeii sudah pernah mengalami gempa bumi pada tahun 62 Masehi yang menyebabkan kerusakan parah. Kota ini memerlukan waktu bertahun-tahun untuk dibangun kembali. Namun, pada tanggal 24 Agustus 79 Masehi, Gunung Vesuvius meletus dengan dahsyat, menghujani kota dengan abu vulkanik dan awan panas. Letusan ini mengeluarkan jutaan ton lava, batu apung, dan material vulkanik yang mencapai ketinggian 35 kilometer ke langit.

Baca Juga: Pedang Emas Berusia 3.500 Tahun dan Perhiasan dari Makam Prajurit Kuno Bisa Beri Tahu Asal Usul Peradaban Yunani

Penduduk Pompeii yang tinggal di sekitar kaki Gunung Vesuvius terkena dampak paling parah. Mereka meninggal akibat tidak bisa bernapas karena udara yang dipenuhi abu dan gas beracun. Diperkirakan, lebih dari 2.000 orang tewas dalam kejadian ini, dengan total korban jiwa mencapai lebih dari 16.000 orang.

Dua mayat yang diyakini melarikan diri dari letusan gunung berapi Vesuvius.
Dua mayat yang diyakini melarikan diri dari letusan gunung berapi Vesuvius.

Penemuan Kembali Pompeii

Setelah terkubur selama lebih dari 1.600 tahun, Pompeii ditemukan kembali pada tahun 1748 oleh sekelompok penjelajah yang mencari artefak kuno di wilayah Campania. Abu vulkanik yang menutupi kota berhasil mengawetkan banyak bangunan dan jasad penduduk dalam kondisi yang hampir utuh. Para arkeolog menemukan berbagai bangunan seperti aula pertunjukan, villa-villa mewah, dan rumah-rumah penduduk, serta ribuan tengkorak manusia yang membeku sesuai dengan posisi akhir mereka.

Situs arkeolog Pompeii.
Situs arkeolog Pompeii.

Kontroversi dan Penelitian Lebih Lanjut

Sejak penemuan kembali Pompeii, penggalian masih terus berlanjut hingga kini. Pada tahun 2016, dilakukan penggalian di pinggiran kota yang menghasilkan temuan baru tentang korban letusan. Kontroversi mengenai interpretasi sejarah dan cara pengelolaan situs ini terus menjadi perdebatan. Beberapa artefak yang ditemukan, seperti toples berisi roti dan buah, menunjukkan bagaimana kehidupan sehari-hari penduduk Pompeii sebelum bencana terjadi.

Baca Juga: Penemuan Menghebohkan di Pompeii: Lukisan Dinding yang Terlupakan Ternyata Menceritakan Legenda Romawi!

Warisan Dunia

Pompeii diakui sebagai situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1997. Situs ini menjadi tujuan wisata yang penting, memberikan gambaran yang jelas tentang kehidupan di zaman Romawi Kuno. Sisa-sisa bangunan megah dan artefak yang ditemukan memberikan wawasan berharga tentang budaya, arsitektur, dan kehidupan sehari-hari masyarakat Pompeii.

Pompeii adalah sebuah contoh dramatis dari kehancuran yang disebabkan oleh bencana alam. Letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi tidak hanya menghancurkan sebuah kota, tetapi juga mengawetkan sebagian besar dari apa yang ada di dalamnya, memberikan kita jendela unik ke masa lalu. Pompeii bukan hanya simbol dari kehancuran, tetapi juga dari penemuan dan pembelajaran yang terus berlanjut hingga hari ini. (*)

Editor : Richard Lawongan
#Bencana Alam #romawi #Situs Warisan Dunia #Sejarah Romawi Kuno #Sejarah Romawi #Penemuan Arkeologi #Kontroversi sejarah #romawi kuno #Letusan Vulkanik #pompeii #Penggalian Pompeii #kota hilang #Gunung Vesuvius