RADARPAPUA - Sepanjang sejarah, banyak kota yang mengalami kehancuran akibat bencana alam, perang, atau peristiwa tragis lainnya. Salah satu contoh paling terkenal adalah Pompeii, kota Romawi kuno yang hancur oleh letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi. Selain Pompeii, ada beberapa kota lain yang juga mengalami nasib serupa. Berikut ini tiga kota yang "hilang dari dunia" karena bencana besar:
1. Kartago
Lokasi: Tunisia
Sejarah Singkat: Kota Kartago didirikan pada abad ke-9 SM oleh bangsa Fenisia dan menjadi salah satu kota besar di Mediterania. Selama Perang Punisia Ketiga pada tahun 146 SM, kota ini dihancurkan oleh Romawi. Namun, seratus tahun kemudian, Romawi membangun kembali kota ini dan menjadikannya pusat penting di kekaisaran mereka.
Bencana: Kartago mengalami kehancuran total akibat serangan militer dari Romawi. Setelah perang, kota ini dibakar habis dan warganya diperbudak atau dibunuh.
Warisan: Reruntuhan Kartago kini menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO, dengan sisa-sisa seperti pelabuhan Punisia, amfiteater, dan pemandian Antoninus yang menjadi saksi bisu kejayaannya di masa lalu.
2. Troya
Lokasi: Turki
Sejarah Singkat: Troya merupakan kota yang terkenal dalam mitologi Yunani, terutama melalui kisah Perang Troya yang diceritakan dalam "The Iliad" dan "Odyssey" oleh Homer. Kota ini diperkirakan didirikan sekitar tahun 3600 SM.
Bencana: Troya mengalami kehancuran akibat perang besar yang melibatkan bangsa Yunani dan Troya, seperti yang digambarkan dalam legenda Kuda Troya. Meskipun kisah ini lebih mitos, arkeologi menunjukkan bahwa kota ini memang mengalami beberapa kali kehancuran dan pembangunan kembali.
Warisan: Pemerintah Turki mendirikan Taman Nasional Bersejarah di sekitar Troya untuk melindungi situs dan monumen yang tersisa. Museum Troy di Desa Tevfikiye memamerkan ribuan artefak yang ditemukan dari penggalian.
3. Mohenjo-Daro
Lokasi: Pakistan
Sejarah Singkat: Mohenjo-Daro adalah salah satu kota terbesar di peradaban Lembah Indus, didirikan sekitar abad ke-26 SM. Kota ini dikenal dengan tata kota yang canggih, termasuk sistem jalan dan drainase yang maju.
Bencana: Penyebab pasti kehancuran Mohenjo-Daro masih menjadi misteri, tetapi teori utama termasuk bencana alam seperti banjir besar atau pergeseran aliran sungai yang menyebabkan kota ini ditinggalkan pada abad ke-19 SM.
Warisan: Reruntuhan Mohenjo-Daro menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1980. Penggalian arkeologis telah menemukan berbagai artefak, seperti tembikar, perhiasan, dan struktur bangunan yang memberikan wawasan tentang peradaban yang maju pada masanya.
Kota-kota seperti Kartago, Troya, dan Mohenjo-Daro memberikan kita pandangan yang berharga tentang sejarah manusia dan bagaimana peradaban kuno menghadapi tantangan besar yang akhirnya menyebabkan kehancuran mereka. Reruntuhan kota-kota ini tidak hanya menjadi saksi bisu dari masa lalu, tetapi juga merupakan warisan budaya yang penting bagi dunia modern. (*)
Editor : Richard Lawongan