Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Kota Hilang Thonis-Heracleion Ditemukan di Mediterania : Harta Karun Kuno Mengungkap Sejarah Cleopatra

Richard Lawongan • Jumat, 2 Agustus 2024 | 22:09 WIB

Kerajaan Cleopatra yang Hilang.
Kerajaan Cleopatra yang Hilang.

RADARPAPUA -
Kota kuno Thonis-Heracleion, yang dulu dikenal sebagai salah satu pelabuhan terbesar di Mesir, telah ditemukan kembali di bawah laut Teluk Aboukir, dekat pantai Mediterania Mesir. Selama berabad-abad, kota ini tersembunyi di bawah air setelah mengalami bencana alam yang dahsyat. Tim arkeolog telah bekerja keras untuk menggali dan meneliti sisa-sisa kota ini, mengungkap harta karun dan kuil kuno yang luar biasa. Penemuan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan kita tentang sejarah Mesir, tetapi juga menampilkan kekayaan budaya yang luar biasa dari masa lalu.

Penemuan Harta Karun dan Kuil Kuno di Thonis-Heracleion

Di bawah air di Teluk Aboukir, dekat pantai Mediterania Mesir, ada kota pelabuhan kuno bernama Thonis-Heracleion. Kota ini dulunya adalah kerajaan Cleopatra yang legendaris, namun sekitar 1.200 tahun yang lalu, kota ini hilang.

Kerajaan Cleopatra yang Hilang

Ilmuwan percaya bahwa gempa bumi dan gelombang pasang menghancurkan kerajaan Cleopatra. Semua barang berharga, patung, dan keindahan istana Cleopatra tenggelam ke dalam laut.

Penemuan Arkeologi Bawah Laut

Tim arkeolog bawah laut yang dipimpin oleh Franck Goddio mulai menggali kota ini pada tahun 1998. Mereka menemukan banyak harta karun dan peninggalan berharga. Misalnya, mereka menemukan patung, monumen, dan benda-benda kuno yang menunjukkan adanya pengaruh Yunani di Mesir Kuno.

Menunjukkan kehadiran Yunani di Mesir Kuno, penuang perunggu berbentuk bebek ditemukan di keramik tempat suci Afrodit di reruntuhan Thonis-Heracleion.
Menunjukkan kehadiran Yunani di Mesir Kuno, penuang perunggu berbentuk bebek ditemukan di keramik tempat suci Afrodit di reruntuhan Thonis-Heracleion.

Kuil Bawah Laut Dewa Amun

Tim ini juga menemukan kuil bawah laut yang didedikasikan untuk Dewa Amun. Kuil ini dulu dikunjungi oleh para firaun untuk menerima gelar raja dari Dewa Amun. Kuil ini runtuh karena peristiwa besar pada abad ke-2 SM.

Teknologi Canggih

Para ilmuwan bisa menemukan benda-benda ini berkat teknologi canggih yang bisa mendeteksi objek di bawah tanah. Mereka menemukan struktur bawah tanah yang masih utuh meski sudah berusia ribuan tahun.

Benda-benda emas, perhiasan, dan pilar Djed, simbol stabilitas yang terbuat dari lapis lazuli, diambil.
Benda-benda emas, perhiasan, dan pilar Djed, simbol stabilitas yang terbuat dari lapis lazuli, diambil.

Kuil Dewi Aphrodite

Tidak jauh dari kuil Amun, mereka menemukan kuil Yunani yang didedikasikan untuk Dewi Aphrodite. Di sini, mereka menemukan benda-benda dari perunggu dan keramik. Ini menunjukkan bahwa orang Yunani yang tinggal di sana pada zaman Firaun juga membangun tempat ibadah mereka sendiri.

Menyelam di Thonis-Hercleion untuk menemukan harta karun kuno adalah tugas yang sulit. Tangan nazar terlihat muncul dari sedimen selama penggalian.
Menyelam di Thonis-Hercleion untuk menemukan harta karun kuno adalah tugas yang sulit. Tangan nazar terlihat muncul dari sedimen selama penggalian.

Kehidupan di Kota Thonis-Heracleion

Sebelum ditemukan oleh IEASM pada tahun 2000, kota Thonis-Heracleion adalah pelabuhan terbesar Mesir di Mediterania. Namun, karena kenaikan permukaan laut dan gempa bumi, kota ini tenggelam di bawah laut sekitar 110 kilometer persegi dari delta Sungai Nil.

Penemuan ini sangat penting karena membantu kita memahami lebih banyak tentang sejarah kuno. (*)

Editor : Richard Lawongan
#Penemuan Kuno #harta karun #cleopatra #Arkeologi Bawah Laut #Harta Karun Mesir #Penemuan Arkeologi #sejarah kuno #Thonis Heracleion #Mesir kuno #arkeologi #kuil kuno #Kota bawah laut #sejarah mesir