RADARPAPUA - Sebuah studi penting tentang DNA dingo purba menunjukkan bahwa dingo di Australia, termasuk di K'gari, sudah ada sejak lama sebelum kedatangan orang Eropa dan sebelum adanya pagar anti-dingo. Penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti dari QUT dan Universitas Adelaide.
Temuan Utama:
- DNA dari sisa dingo purba yang berusia hingga 2746 tahun dibandingkan dengan DNA dingo modern.
- Dingo tiba di Australia lebih dari 3000 tahun yang lalu.
- Dingo di K'gari tidak memiliki keturunan dari anjing domestik — mereka adalah dingo murni.
Tim peneliti berhasil mengumpulkan 42 contoh dingo purba yang berasal dari 400 hingga 2746 tahun yang lalu. Mereka membandingkan data ini dengan DNA dingo modern serta anjing purba dan modern dari seluruh dunia.
Dr. Sally Wasef, salah satu penulis utama dari Sekolah Ilmu Biomedis QUT, mengatakan bahwa penelitian ini memberikan gambaran langka tentang genetik dingo sebelum masa kolonisasi Eropa. "Dingo modern berbeda dari anjing domestik dalam hal perilaku, genetik, dan bentuk tubuh," kata Dr. Wasef.
"Nenek moyang dingo yang kita kenal sekarang datang ke Australia lebih dari 3000 tahun lalu, kemungkinan dibawa oleh orang-orang pelaut. Contoh yang kami analisis adalah DNA purba tertua yang ditemukan di Australia dan menunjukkan banyak kemungkinan untuk penelitian dan konservasi di masa depan, baik untuk dingo maupun hewan lainnya."
Temuan tentang Populasi Dingo:
Dingo di Australia dibagi menjadi dua kelompok: timur dan barat. Sebelumnya, kelompok ini dianggap terbentuk karena aktivitas manusia setelah kedatangan Eropa. Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa struktur populasi dingo sudah ada ribuan tahun yang lalu, menjelaskan warisan genetik mereka, dan menekankan pentingnya menggunakan DNA purba untuk konservasi satwa liar.
"Semua dingo di K'gari yang kami analisis tidak memiliki keturunan dari anjing domestik, menunjukkan bahwa mereka tetap mempertahankan warisan genetik leluhur mereka," tambah Dr. Wasef. "Walaupun kami hanya mempelajari beberapa dingo dari K'gari, hasilnya menunjukkan betapa pentingnya data genetik purba untuk melestarikan hewan asli kita."
Dr. Yassine Souilmi dari Universitas Adelaide menambahkan bahwa data DNA dingo purba membantu mengungkap rincian penting tentang keturunan dan pola migrasi dingo masa kini. "Dingos memiliki populasi yang berbeda jauh sebelum kedatangan orang Eropa dan sebelum adanya pagar anti-dingo," kata Dr. Souilmi.
"Analisis DNA juga menunjukkan bahwa dingo dan anjing modern jarang kawin silang, sehingga dingo masa kini masih memiliki banyak keragaman genetik dari nenek moyangnya."
"Dingos memiliki nilai budaya yang besar bagi masyarakat Aborigin dan Torres Strait Islander serta memainkan peran penting dalam ekosistem Australia. Memahami struktur populasi historis mereka membantu kita menjaga peran dingo dalam ekologi dan budaya Australia. Saat ini, dingo menghadapi ancaman dari program pemusnahan, dan penelitian kami menyoroti pentingnya melindungi populasi mereka di taman nasional dan sekitarnya."(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan