Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan Spesies Buaya Purba Baru yang Menarik dengan Nama Bersejarah

Prisilia Rumengan • Senin, 5 Agustus 2024 | 18:55 WIB
Ilustrasi Buaya Purba (canva.com)
Ilustrasi Buaya Purba (canva.com)

RADARPAPUA - Sebuah penemuan mengejutkan dari Formasi Favret Trias di Nevada, AS, telah mengungkapkan spesies baru kerabat buaya purba yang memberikan wawasan baru tentang kehidupan di pesisir selama Zaman Dinosaurus awal. Spesies yang baru ditemukan ini diberi nama Benggwigwishingasuchus eremicarminis, dan penemuannya dipublikasikan dalam jurnal Biology Letters.

Benggwigwishingasuchus eremicarminis menunjukkan bahwa arkosaurus pseudosuchian, kerabat purba buaya modern, sudah menghuni habitat pesisir secara global selama Trias Tengah, sekitar 247,2 hingga 237 juta tahun yang lalu. "Spesies baru yang menarik ini mengungkapkan bahwa pseudosuchians sudah menempati habitat pesisir di seluruh dunia pada masa Trias Tengah," kata Dr. Nate Smith, penulis utama studi dan Direktur serta Kurator Institut Dinosaurus di Museum Sejarah Alam Los Angeles.

Penemuan ini menjadi lebih menarik dengan kisah di balik penamaan spesies tersebut. Nama genus "Benggwigwishingasuchus" berasal dari kata Shoshone "Benggwi-Gwishinga," yang berarti "menangkap ikan," dan diikuti oleh "suchus," kata Yunani untuk Sobek, dewa berkepala buaya Mesir kuno. Ini mencerminkan adaptasi hewan ini yang mungkin sering berada di dekat air, meskipun bukan hewan akuatik. Sementara itu, nama spesifik "eremicarminis" berarti "lagu gurun," sebuah penghormatan kepada dua pendukung Museum Sejarah Alam Los Angeles yang memiliki minat dalam paleontologi dan opera di Barat Daya Amerika Serikat.

Pilihan nama ini tidak hanya memperkaya ilmu pengetahuan dengan menggambarkan ciri khas hewan tersebut, tetapi juga menghormati budaya dan sejarah lokal. Konsultasi dengan anggota Suku Fallon Paiute Shoshone untuk penamaan ini menunjukkan penghargaan yang mendalam terhadap penduduk asli dan tradisi mereka.

Penemuan fosil B. eremicarminis di lingkungan yang didominasi oleh makhluk laut seperti ichthyosaurus dan ammonit sangat mengejutkan, mengingat hewan ini lebih dikenal sebagai hewan darat. Hal ini memicu pertanyaan tentang bagaimana ia bisa berada di lokasi tersebut, yang dapat membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut tentang ekosistem pesisir pada masa itu.

Dengan hanya beberapa elemen tengkorak yang ditemukan, banyak misteri tentang bagaimana B. eremicarminis hidup dan beradaptasi masih belum terpecahkan. Namun, penemuan ini menambah wawasan baru tentang keragaman dan adaptasi arkosaurus pseudosuchian selama Trias Tengah, serta menunjukkan betapa luasnya penyebaran mereka di berbagai lingkungan.(Sil)

 

Editor : Prisilia Rumengan
#buaya #hewan purba #fosil hewan #Penemuan mengejutkan #fosil #arkeolog #penemuan #arkeologi