RADARPAPUA - Para ilmuwan telah menemukan fosil makhluk purba dari 500 juta tahun lalu yang menunjukkan bahwa mereka mati dalam barisan yang teratur saat mereka berpindah tempat.
Fosil dari makhluk bernama Ampyx priscus ditemukan dalam barisan lurus. Ini menunjukkan bahwa mereka mungkin bergerak bersama sebagai kelompok, mungkin karena perubahan lingkungan atau untuk berpindah tempat saat musim berkembang biak. Penemuan ini menunjukkan bahwa perilaku kelompok mirip dengan yang kita lihat pada hewan saat ini sudah ada sejak 480 juta tahun lalu.
Perilaku kelompok ini, seperti kerumunan ulat, semut, atau lobster berduri saat ini, sudah berkembang selama jutaan tahun. Namun, asal-usulnya masih belum banyak diketahui.
Para ilmuwan, dipimpin oleh Jean Vannier, menemukan beberapa kelompok fosil Ampyx priscus dari periode Ordovisium Bawah di Maroko. Trilobita ini panjangnya antara 16 dan 22 milimeter dan memiliki duri panjang di bagian depan dan belakang tubuhnya. Dalam setiap kelompok fosil yang diperiksa, trilobita ini tersusun dalam barisan dengan tubuh mereka menghadap ke arah yang sama, saling berhubungan lewat durinya.
Para peneliti menduga bahwa pola ini menunjukkan bahwa Ampyx mungkin mati tiba-tiba saat bergerak, misalnya tertimbun sedimen karena badai. Mereka mungkin berpindah bersama dan menggunakan duri panjang mereka untuk tetap berada dalam satu barisan saat bergerak di dasar laut.
Baca Juga: 10 Fakta Mengejutkan tentang Tata Surya yang Jarang Diketahui
Kemungkinan, mereka bergerak bersama karena reaksi terhadap gangguan lingkungan seperti badai, atau sebagai bagian dari perilaku berkembang biak musiman dengan berpindah ke tempat pemijahan. Karena Ampyx buta, para ilmuwan berpikir bahwa mereka mungkin berkoordinasi menggunakan duri dan zat kimia untuk bergerak bersama.
Penemuan ini menunjukkan bahwa makhluk purba berusia 480 juta tahun mungkin sudah memiliki perilaku kelompok sementara yang kompleks. (*)
Editor : Richard Lawongan