RADARPAPUA - Para arkeolog menemukan sisa-sisa tentara yang bertempur di Pertempuran Himera. Dulu, dalam pertempuran ini, orang Yunani menang.
Pertempuran ini sangat terkenal dan penting dalam sejarah Yunani, hampir sama terkenalnya dengan Pertempuran Thermopylae dan Salamis yang terjadi pada tahun 480 SM, di mana Yunani berhasil mengalahkan Persia.
Namun, cerita tentang Pertempuran Himera masih penuh misteri. Sejarawan kuno seperti Herodotus dan Diodorus Siculus mencatat pertempuran ini, tetapi catatan mereka tidak lengkap dan bias. Untungnya, arkeologi mulai memberikan lebih banyak petunjuk.
Selama sepuluh tahun terakhir, Stefano Vassallo dari Superintendency Arkeologi Palermo melakukan penggalian di situs kuno Himera. Penemuan-penemuannya membantu menentukan lokasi pertempuran dan menjelaskan lebih banyak tentang taktik dan nasib tentara Yunani klasik.
Sekitar abad kedelapan SM, Yunani mendirikan koloni di Sisilia dan bersaing dengan Kartago dari Afrika Utara. Kota Himera, didirikan sekitar tahun 648 SM, memainkan peran penting dalam persaingan ini karena mengontrol rute laut dan darat yang penting.
Pada awal abad kelima SM, persaingan untuk menguasai Sisilia semakin intens. Gelon dari Syracuse dan Theron dari Akragas, pemimpin kota-kota Yunani di pulau itu, membentuk aliansi untuk melawan pengaruh Kartago dan merebut Himera.
Mereka berhasil dan mengusir penguasa Yunani Himera, yang kemudian meminta bantuan dari Kartago. Pemimpin Kartago, Hamilcar, mengumpulkan pasukannya dan memulai Pertempuran Himera.
Menurut Diodorus Siculus, Hamilcar datang dengan 300.000 tentara, meskipun perkiraan lebih realistis adalah sekitar 20.000. Dalam perjalanan, armada Hamilcar terkena badai yang menenggelamkan kapal-kapal yang membawa kuda dan keretanya.
Meskipun demikian, Hamilcar mendirikan kamp yang dilindungi tembok di dataran pesisir barat Himera. Tentara Yunani yang kalah jumlah keluar dari kota untuk melindungi wilayah Himera, tetapi mengalami kerugian dalam pertempuran awal.
Pada tahun 2007, Vassallo menemukan sudut barat laut tembok pertahanan kota dan bukti perubahan pantai sejak zaman kuno. Hal ini menunjukkan bahwa pertempuran terjadi di dataran pesisir antara tembok dan garis pantai kuno.
Meskipun tentara Yunani mendapat bantuan, mereka tetap kalah jumlah. Mereka menggunakan strategi cerdik dengan menyamar sebagai sekutu Hamilcar dan berhasil menyusup ke kamp Hamilcar, menyebabkan kekacauan.
Hamilcar tewas dan kapal-kapal Kartago dihancurkan. Ini memberikan sinyal bagi Gelon untuk maju dan menyerang Kartago.
Baca Juga: Penemuan Pakaian Mewah dari Kapal Karam Abad ke-17
Pada tahun 2008, Vassallo menemukan 18 kuburan kuda yang mungkin merupakan bagian dari strategi Yunani. Tentara Kartago awalnya bertarung dengan gigih, tetapi setelah kematian Hamilcar, moral mereka turun dan banyak yang tewas atau menyerah.
Pada tahun 2009, Vassallo menemukan lebih dari 2.000 makam di nekropolis barat Himera, termasuk tujuh kuburan komunal dengan 65 kerangka laki-laki yang mungkin adalah tentara yang tewas dalam pertempuran.
Mereka dimakamkan dengan penuh hormat, menunjukkan betapa pentingnya peran mereka dalam membela Himera.
Penemuan ini memberikan wawasan tentang kerasnya perang kuno. Beberapa tentara mengalami cedera kepala, luka pedang, dan panah.
Analisis lebih lanjut mungkin mengungkap apakah mereka tewas dalam pertempuran jarak dekat atau pertukaran proyektil.
Meskipun Yunani menang dalam Pertempuran Himera pertama, kekuasaan mereka tidak bertahan lama. Pada tahun 409 SM, cucu Hamilcar, Hannibal, kembali dan menghancurkan Himera.
Vassallo menemukan kuburan massal lain dari akhir abad kelima SM, berisi 59 makam yang mungkin adalah orang Himera yang tewas dalam mempertahankan kota mereka.
Vassallo menekankan perlunya studi lebih lanjut tentang sisa-sisa kerangka, artefak makam, dan data topografi sebelum kesimpulan pasti dapat dibuat.
Meskipun demikian, penemuannya memberikan banyak informasi baru tentang Pertempuran Himera.(RP)
Editor : Via Ponamon