RADARPAPUA - Cleopatra VII adalah ratu Mesir kuno yang sangat terkenal. Dia punya hubungan yang sangat terkenal dengan Julius Caesar dan Mark Antony yang bikin heboh di Roma.
Namun, ada dua wanita yang juga terlibat dalam cerita ini, yaitu Fulvia dan Octavia, yang jadi pesaing Cleopatra dalam merebut hati Mark Antony.
Fulvia adalah istri pertama Mark Antony. Saat Antony mulai dekat dengan Cleopatra, Fulvia merasa sangat marah. Dia pernah bertengkar dengan Cicero, seorang tokoh terkenal di Roma, dan membalas dendam setelah Cicero dibunuh oleh tentara Antony.
Baca Juga: Fakta Tersembunyi Kematian Ramses III di Mesir Kuno dan Bagaimana Pembunuhan Ini Terjadi
Fulvia juga memulai perang di Italia karena cemburu dan marah pada Antony yang lebih suka dengan Cleopatra. Tapi perang yang dia lakukan lebih kompleks dari sekadar cemburu. Fulvia ingin memperbaiki keseimbangan kekuasaan di Roma dan merasa tersinggung dengan keputusan Antony.
Perang Perusine yang dilakukan Fulvia sangat berdarah, tapi dia dan Lucius, saudara iparnya, berhasil bertahan. Namun, Fulvia akhirnya meninggal dunia karena sakit saat Antony tidak bersamanya.
Baca Juga: Rahasia Terungkap: Hubungan Tersembunyi Kekaisaran Ottoman dengan Kerajaan Nusantara!
Sementara itu, Cleopatra merasa senang karena Antony lebih dekat dengannya. Namun, Antony harus menikah dengan Octavia, saudara perempuan calon kaisar Roma, untuk menguatkan aliansi politiknya. Octavia adalah wanita cantik dan cerdas, dan Antony memiliki dua putri darinya.
Octavia akhirnya pergi menemui Antony, tapi dia menemukan surat-surat yang menunjukkan Antony masih dekat dengan Cleopatra. Meskipun begitu, Octavia tetap menjaga anak-anak Antony dan Fulvia.
Sayangnya, Antony akhirnya menceraikan Octavia dan menikah dengan Cleopatra. Octavianus, calon kaisar, melihat kesempatan untuk melawan Antony dan Cleopatra. Mereka berperang di laut, dan Octavianus menang.
Setelah kekalahan, Cleopatra dan Antony memilih bunuh diri. Namun, sebelum itu, Cleopatra meminta belas kasihan dari Octavianus dan menawarkan hadiah. Octavia, meskipun pesaingnya, dengan baik hati menerima anak-anak Cleopatra dan Fulvia untuk dibesarkan bersama anak-anaknya sendiri.
Jadi, pada akhirnya, Octavia menunjukkan bahwa persaingan bisa diatasi dengan kebaikan. (*)
Editor : Richard Lawongan