Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Mengungkap Jejak Genetika dan Arkeologi dari Budaya Corded Ware

Prisilia Rumengan • Kamis, 8 Agustus 2024 | 18:57 WIB

 

Tembikar Peninggalan Budaya Corded Ware (livescience.com)
Tembikar Peninggalan Budaya Corded Ware (livescience.com)
RADARPAPUA - Budaya Corded Ware, yang dikenal dari tembikar dengan desain tali yang rumit, merupakan hasil dari percampuran budaya yang menarik di Eropa sekitar 5.000 tahun yang lalu.

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa jejak genetika dan temuan arkeologis memainkan peran penting dalam memahami bagaimana budaya ini terbentuk.

Penelitian genetik menunjukkan bahwa gen yang ditemukan pada orang Yamnaya, sebuah kelompok nomaden dari stepa Pontic dan Caspian, mulai muncul di Eropa sekitar tahun 3000 SM.

Pada saat yang sama, gen dari masyarakat petani Neolitikum di Eropa menjadi semakin jarang. Ini menunjukkan migrasi orang Yamnaya ke Eropa timur, mungkin sebagai akibat dari wabah penyakit yang menghapus petani Neolitikum sebelumnya.

Temuan arkeologis menguatkan cerita ini dengan menunjukkan bahwa pria Yamnaya bercampur dengan wanita Neolitikum untuk membentuk budaya Corded Ware.

Di situs penguburan awal Corded Ware di Jutlandia, 90 persen tubuh yang ditemukan adalah pria, menunjukkan bahwa percampuran ini terutama melibatkan pria Yamnaya dan wanita Neolitikum.

Lebih jauh, penemuan di situs Eulau di Jerman, yang menunjukkan tanda-tanda kekerasan, memberikan wawasan tambahan. Kuburan massal dengan kerangka yang menunjukkan trauma mengerikan seperti tengkorak retak dan bekas panah mengindikasikan bahwa kelompok ini mungkin terlibat dalam konflik.

Analisis isotop pada gigi menunjukkan bahwa banyak wanita dalam kuburan ini mengonsumsi pola makan berbasis biji-bijian, berbeda dari pola makan utama orang Corded Ware, yang mungkin mengindikasikan asal usul mereka dari wilayah pertanian yang lebih mapan.

Menggarisbawahi bagaimana kombinasi bukti genetika dan arkeologis membantu kita memahami bagaimana budaya Corded Ware terbentuk dan berkembang, serta bagaimana percampuran budaya ini mempengaruhi masyarakat Eropa kuno.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#Genetika #zaman dulu #arkeolog #budaya #wanita #pernikahan #bukti arkeologis #Prajurit #penemuan menakjubkan