Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Bisakah Mumi Mesir Kuno yang Baru Ditemukan Menyebarkan Penyakit Mematikan di Zaman Modern?

Prisilia Rumengan • Senin, 12 Agustus 2024 | 18:36 WIB
ilustrasi mumi (livescience.com)
ilustrasi mumi (livescience.com)

RADARPAPUA - Orang Mesir kuno pernah mengalami berbagai penyakit, seperti cacar, tuberkulosis, dan kusta.

Ramesses V, seorang firaun Mesir, diketahui terkena cacar, terlihat dari bekas luka di tubuh muminya. Meski penyakit cacar sudah dihapuskan secara global oleh WHO pada tahun 1980, ada pertanyaan: apakah mumi yang ditemukan sekarang bisa menyebarkan penyakit seperti cacar atau lainnya?

Menurut Piers Mitchell, seorang ahli dari Universitas Cambridge, kemungkinannya sangat kecil. Parasit dan bakteri butuh inang hidup untuk bertahan, dan kebanyakan sudah mati dalam satu atau dua tahun setelah inangnya mati.

Virus seperti cacar hanya bisa hidup dalam sel hidup, dan bakteri penyebab tuberkulosis dan kusta juga butuh inang hidup. Bahkan jika ada organisme kuno yang masih hidup, DNA mereka sudah rusak, jadi mereka tidak bisa lagi menyebabkan penyakit.

Beberapa parasit seperti cacing usus bisa hidup lebih lama, tapi mereka juga tidak bisa bertahan ribuan tahun.

Jadi, meski ada kemungkinan kecil organisme kuno masih hidup, para peneliti memakai masker dan sarung tangan saat meneliti mumi, sehingga mereka tetap aman dari penyakit.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#penelitian #arkeolog #penemuan #penyakit mematikan #mumi