RADARPAPUA - Sekitar 4.000 hingga 3.000 tahun lalu, orang-orang yang berbicara bahasa Austronesia berlayar dari Taiwan. Mereka melintasi pulau-pulau di Filipina dan akhirnya bertemu dengan penduduk yang sudah tinggal di Papua.
Penduduk asli Papua, yang dikenal sebagai etnis Melanesia, telah tinggal di pulau itu sejak 50.000 tahun lalu. Jadi, saat orang-orang Austronesia datang, mereka sudah bertemu dengan orang Papua yang sudah lama ada.
Orang-orang Austronesia membawa perubahan pada budaya di Papua. Misalnya, mereka memperkenalkan teknik membuat tembikar dan gerabah. Temuan ini ditemukan di beberapa tempat di Papua, seperti Raja Ampat dan Biak.
Ada dua jenis bahasa di Papua: bahasa Austronesia, yang strukturnya mirip dengan bahasa Indonesia, dan bahasa Papua yang berbeda. Hari Suroto, seorang peneliti, menjelaskan bahwa bahasa Austronesia menggunakan urutan kata seperti "Saya makan ubi", sedangkan bahasa Papua mungkin menggunakan urutan kata seperti "Saya ubi makan".
Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa orang-orang Austronesia mungkin pernah tinggal atau membuat koloni di Papua sekitar 3.000 tahun lalu. Mereka juga mempengaruhi teknologi kapal di Papua, seperti yang dikenal di Biak.
Orang Papua di Danau Sentani juga memiliki cerita tentang leluhur mereka datang dari timur, yang sesuai dengan temuan bahwa orang Austronesia membawa teknik membuat gerabah dan tembikar.
Namun, masih banyak yang perlu dipelajari tentang bagaimana bahasa dan budaya Austronesia mempengaruhi Papua. Beberapa peneliti berpikir bahwa meskipun ada banyak artefak, bahasa yang digunakan tetap bahasa Papua. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami hubungan ini lebih baik. (*)
Editor : Richard Lawongan