Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan Jenazah Bayi yang Terawetkan dengan Baik dari 2100-1700 SM di Tarim Basin

Via Ponamon • Selasa, 13 Agustus 2024 | 13:17 WIB
Foto Bayi yang terawetkan sekitar abad ke-8 SM (animalfor.com)
Foto Bayi yang terawetkan sekitar abad ke-8 SM (animalfor.com)

RADARPAPUA - Di sebuah pameran, ada dua jenazah unik yang dipamerkan, yaitu seorang wanita dewasa dan seorang bayi.

Mereka bukan mumi seperti yang ada di Mesir, yang diawetkan dengan ritual khusus. Sebaliknya, jenazah ini terawetkan secara alami oleh cuaca kering, suhu dingin, dan tanah yang mengandung garam.

Menggali jenazah dan memamerkannya di museum kadang dianggap menyeramkan dan tidak sopan.

Tapi, para ilmuwan melakukannya untuk belajar tentang bagaimana manusia di masa lalu berpindah-pindah dan berinteraksi satu sama lain, terutama di Asia Tengah.

Salah satu jenazah terkenal yang dipamerkan adalah "Si Cantik dari Xiaohe," seorang wanita yang hidup sekitar 4.000 tahun lalu di sebuah daerah yang sekarang disebut Xinjiang, di Cina.

Menurut seorang profesor bernama Victor Mair, orang-orang ini kemungkinan berasal dari wilayah barat dan bermigrasi ke daerah Tarim Basin yang kering dan terpencil.

Penemuan situs pemakaman ini sangat penting dalam dunia arkeologi. Awalnya ditemukan oleh penjelajah Eropa yang mencari jejak penaklukan Alexander Agung. Namun, para ilmuwan Cina baru mulai menggali dan mempelajarinya pada akhir tahun 1970-an.

Pameran ini tidak hanya fokus pada sejarah perdagangan di Jalur Sutra, tetapi juga menunjukkan berbagai benda berharga seperti kain, pakaian, perhiasan, koin, dan barang sehari-hari yang memberikan petunjuk tentang budaya masa lalu.

Misalnya, ada kain dinding yang menunjukkan perpaduan budaya antara Timur dan Barat, seperti gambar seorang prajurit dengan mata biru dan simbol-simbol Buddha.

Di pameran ini, ada juga jenazah seorang pria bernama "Yingpan Man" yang berpakaian mewah, meskipun tubuhnya hilang, pakaian merah panjangnya menunjukkan bahwa dia mungkin adalah seorang pedagang kaya.

Selain jenazah, pameran ini juga menampilkan banyak artefak yang menunjukkan hubungan perdagangan dan pengaruh budaya antara Cina dan Barat.

Meskipun pameran ini tidak menampilkan benda-benda yang sangat berkilauan seperti artefak Mesir, tetapi pameran ini memberikan gambaran penting tentang sejarah.

Namun, ada sedikit masalah. Pameran ini sempat tertunda dan hanya dibuka untuk waktu yang singkat. Jenazah-jenazah ini akan dipindahkan setelah 15 Maret, dan barang-barang dari Xinjiang akan dipamerkan hingga 28 Maret, setelah itu hanya beberapa artefak yang akan tetap dipajang hingga 5 Juni.

Para pejabat Cina yang menghadiri pembukaan pameran tidak memberikan penjelasan mengapa pameran ini dipersingkat.

Harapannya, jika banyak pengunjung datang dalam beberapa minggu ke depan, mungkin otoritas Cina akan mempertimbangkan untuk memperpanjang pameran ini.(RP)

Sumber : animalfor.com

Editor : Via Ponamon
#jenazah #Bayi #Tarim Basin #arkeolog #sejarah #pameran