Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Makam Mesir Berusia 4.300 Tahun dengan Lukisan Dinding Menakjubkan Ditemukan: Tempat Pemakaman Pendeta dan Pejabat Kerajaan

Prisilia Rumengan • Rabu, 14 Agustus 2024 | 09:02 WIB
Para arkeolog baru-baru ini menemukan mastaba berusia 4.300 tahun, sebuah struktur makam persegi panjang, di Mesir.(livescience.com)
Para arkeolog baru-baru ini menemukan mastaba berusia 4.300 tahun, sebuah struktur makam persegi panjang, di Mesir.(livescience.com)

RADARPAPUA - Para arkeolog di Mesir baru-baru ini menemukan makam yang sangat tua, berusia 4.300 tahun, di Dahshur, sekitar 33 kilometer dari Kairo. Makam ini memiliki lukisan dinding yang luar biasa yang menunjukkan kehidupan sehari-hari di masa lalu. Tim arkeolog berencana untuk kembali dan menggali lebih dalam untuk mencari mumi yang mungkin masih ada di dalamnya.

Makam ini dikenal sebagai mastaba, yaitu bangunan persegi panjang dengan atap datar dan sisi miring. Di dalamnya, tim menemukan lukisan yang menunjukkan berbagai kegiatan seperti keledai yang memijak biji-bijian, kapal yang berlayar di Sungai Nil, dan pasar tempat barang-barang dijual.

Prasasti pada dinding makam menyebutkan bahwa ini adalah makam Seneb-Neb-Af dan istrinya Idet. Idet adalah seorang pendeta Hathor, dewi langit, sedangkan Seneb-Neb-Af memiliki berbagai posisi di istana, termasuk mengatur administrasi penyewa.

Tugas Seneb-Neb-Af sulit dipastikan dengan jelas, tetapi mungkin dia bertanggung jawab atas pengelolaan kota dan dana komunitas, kata Stephan Seidlmayer, arkeolog dari Institut Arkeologi Jerman. Penanggalan makam didasarkan pada gaya prasasti, desain mastaba, dan tembikar yang ditemukan. Diperkirakan pasangan ini hidup sekitar 4.300 tahun lalu, saat piramida yang lebih kecil masih dibangun di Mesir.

Penggalian makam ini belum selesai, dan masih ada kemungkinan penemuan lebih lanjut. "Kami belum menggali poros pemakaman, jadi belum ada sisa manusia yang ditemukan. Kami berharap dapat menggali lebih dalam di musim mendatang," kata Seidlmayer.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#penemuan makam #Penemuan mengejutkan #prasasti #makam mesir kuno #arkeolog #Mesir kuno #egypt