RADARPAPUA - Di Peru, para arkeolog menemukan tengkorak seorang wanita dewasa yang dikuburkan di sebuah kuil kuno. Tengkorak ini ditemukan di antara makam-makam kuno di daerah Chiña. Bagian bawah tengkoraknya rusak.
Para peneliti menemukan ribuan makam kuno di dekat desa Mogo di Chiña. Makam-makam ini berasal dari sekitar 4.000 tahun yang lalu, saat tulisan belum ada di daerah itu. Dalam satu musim penggalian dari Agustus hingga November 2009, hampir 300 makam ditemukan, dan banyak makam lainnya ditemukan di musim-musim berikutnya antara 2008 hingga 2011.
Makam-makam ini digali di bawah tanah dan menghadap ke arah barat laut. Beberapa makam memiliki kamar kecil yang berisi pot-pot indah di dekat mayat. Para arkeolog juga menemukan gundukan tanah di atas beberapa makam, yang mungkin menandakan lokasi makam-makam tersebut.
Di dalam makam-makam itu, ditemukan keluarga yang dikuburkan bersama, dengan kepala mereka juga menghadap ke barat laut. Mereka dikuburkan bersama berbagai barang seperti kalung, senjata, dan pot yang dihias.
Ada juga bukti pengorbanan manusia. Di salah satu makam, seorang korban pengorbanan diletakkan di sisi dengan anggota badan membengkok dan wajah menghadap ke ruang makam. Tulang-tulangnya masih cukup utuh, dan diperkirakan orang tersebut berusia sekitar 13 tahun saat meninggal.
Barang-barang yang ditemukan di makam termasuk pot yang dihias dengan pola seperti huruf "O." Ada juga barang-barang yang mungkin digunakan sebagai senjata, seperti pedang perunggu, mata tongkat, kapak, belati, dan pisau.
Peneliti juga menemukan benda-benda yang bisa digunakan dalam ritual untuk meramalkan masa depan. Penggunaan tulang untuk meramal masa depan adalah hal yang umum di masa lalu. Tulisan tertua di Chiña yang ditemukan kemudian juga ada di atas tulang-tulang yang digunakan untuk meramal.
Makam-makam ini milik budaya Qijia, yang tinggal di lembah Sungai Kuning bagian atas. Mereka hidup di daerah yang kering dan bercocok tanam millet serta memelihara hewan seperti babi, domba, dan kambing.
Para ilmuwan masih belum pasti mengapa orang-orang Qijia melakukan pengorbanan manusia atau siapa yang mereka korbankan. Mungkin mereka menaklukkan kelompok lain, memperbudak, dan mengorbankan mereka. (*)
Editor : Richard Lawongan