Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Acropolis: Simbol Kemegahan dan Ketahanan Athena Kuno

Via Ponamon • Jumat, 23 Agustus 2024 | 15:47 WIB
Foto kota Athena kuno (livescience.com)
Foto kota Athena kuno (livescience.com)

RADARPAPUA - Acropolis adalah sebuah bukit di tengah-tengah kota Athena kuno, yang penuh dengan monumen dan benteng-benteng tua.

Bukit ini panjangnya sekitar 270 meter dan lebarnya 156 meter. Meskipun bukan bukit tertinggi di Athena, bukit ini memiliki pertahanan alami dan akses ke air, sehingga orang-orang Athena kuno memutuskan untuk membangun monumen-monumen besar di atasnya.

Nama "Acropolis" berarti "kota tinggi." Hampir setiap kota Yunani kuno memiliki acropolis, tetapi tidak ada yang sebesar dan seberhasil Acropolis di Athena.

Selama lebih dari 6.000 tahun, Acropolis telah berfungsi sebagai tempat tinggal, benteng, kuil, dan simbol.

Sejarah Awal

Penelitian menunjukkan bahwa manusia telah berada di Acropolis sejak sekitar 6.000 tahun yang lalu. Pada zaman itu, ada patung wanita dari zaman prasejarah yang ditemukan di dekatnya.

Sekitar 3.200 tahun yang lalu, orang-orang Mycenaean membangun struktur besar di Acropolis, termasuk sebuah istana dan tembok besar yang dikenal dengan sebutan "tembok raksasa." Tembok ini sangat tinggi dan tebal, dibangun untuk melindungi wilayah di dalamnya.

Setelah itu, selama 600 tahun berikutnya, Acropolis tidak banyak mengalami perubahan besar.

Kuil Pertama

Pada abad ke-6 SM, Acropolis mulai berubah menjadi tempat suci besar. Pada saat itu, dibangunlah kuil besar yang dikenal sebagai Hekatompedon, dan sebuah patung Athena dari kayu zaitun.

Pada abad ke-5 SM, pekerjaan dimulai untuk membangun "Parthenon Kuno," tetapi sebelum selesai, Athena diserang.

Serangan oleh Orang Persia

Pada tahun 480 SM, Persia menyerang Athena. Saat itu, Athena, Sparta, dan kota-kota kecil lainnya bergabung untuk melawan Persia. Setelah beberapa pertempuran kalah, Persia berhasil mencapai Athena dan menyerang Acropolis.

Meskipun orang Athena bertahan sekuat tenaga, Persia akhirnya berhasil masuk, merusak dan membakar Acropolis. Meskipun Yunani akhirnya berhasil mengusir Persia, Acropolis tetap rusak selama hampir 30 tahun.

Proyek Bangunan Pericles

Setelah Persia dikalahkan, Athena memasuki masa kejayaannya. Pericles, seorang pemimpin Athena, memulai proyek besar untuk membangun kembali Acropolis. Di antara bangunan yang dibangun adalah Propylaea (gerbang masuk baru), Kuil Athena Nike, Erechtheion, dan tentu saja, Parthenon.

Biaya pembangunan sangat tinggi, lebih dari satu miliar dolar jika diukur dengan uang saat ini.

Bangunan di Acropolis

Teater dan Odeon

Di lereng selatan Acropolis, terdapat teater Dionysus dan Odeon, tempat diadakan kontes musik pada zaman dahulu.

Kerusakan dan Pemulihan

Seiring berjalannya waktu, Acropolis mengalami banyak kerusakan. Setelah berubah menjadi gereja dan terkena ledakan besar pada tahun 1687, banyak bagian yang hancur. Lord Elgin juga membawa beberapa patung dari Parthenon pada awal abad ke-19.

Saat ini, banyak orang bekerja keras untuk memperbaiki dan merestorasi Acropolis. Proyek ini telah berlangsung selama 35 tahun untuk menjaga dan melindungi monumen-monumen bersejarah ini agar tetap bisa dinikmati oleh generasi mendatang.(RP)

 

Sumber : livescience.com

Editor : Via Ponamon
#athena #Yunani #acropolis #arkeolog #kuno #bukit tinggi #kota #sejarah #benteng kuno