RADARPAPUA - Mumi adalah cara kuno untuk mengawetkan mayat agar tetap utuh selama ribuan tahun. Biasanya, kita membayangkan mumi sebagai mayat yang dibungkus kain dengan cara khusus, seperti yang dilakukan oleh orang Mesir kuno. Namun, ada jenis mumi lain yang ditemukan di Filipina, yang disebut "mumi api."
Di sebuah daerah bernama Kabayan di Filipina, para ilmuwan menemukan mumi yang sudah diawetkan dengan cara yang berbeda. Alih-alih hanya dibungkus, mumi ini melalui proses pengeringan dan pengasapan yang panjang. Proses ini melibatkan pengeringan tubuh dengan cara yang sangat unik.
Bagaimana Cara Mengawetkan Mumi Ini?
Mumi dari Kabayan ini juga disebut mumi Ibaloi atau mumi Benguet. Mereka ditemukan di beberapa gua di daerah tersebut. Proses pengawetan mumi ini tidak biasa karena menggunakan asap, bukan hanya kain.
Prosesnya dimulai dengan memberikan minuman yang sangat asin kepada orang yang akan meninggal. Minuman ini membuat tubuh mengering sebelum orang tersebut benar-benar meninggal. Setelah meninggal, tubuh dicuci bersih dan ditempatkan di atas api kecil, bukan api besar, untuk mengeringkan tubuh dengan perlahan.
Selama proses ini, asap dari tembakau juga dimasukkan ke dalam mulut mayat untuk membantu menghilangkan cairan dari organ dalam tubuh. Proses ini memakan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan.
Masalah yang Dihadapi Mumi Kabayan
Saat ini, mumi-mumi ini masih berada di dalam gua tempat mereka ditemukan. Namun, gua-gua ini menghadapi masalah pencurian dan kerusakan, sehingga dianggap sebagai salah satu tempat yang paling terancam di dunia. Ada juga rencana untuk menjadikannya sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Salah satu mumi yang terkenal, Apo Annu, pernah dicuri pada awal 1900-an. Apo Annu adalah mumi seorang pemimpin suku yang mengenakan pakaian khusus dan dihiasi dengan tato. Mumi ini akhirnya dikembalikan ke suku Ibaloi karena mereka percaya bahwa pencuriannya menyebabkan banyak bencana alam.
Meskipun beberapa mumi masih belum dikembalikan, kembalinya Apo Annu menunjukkan pentingnya menjaga mumi-mumi ini di tempat asalnya. (*)