RADARPAPUA - Di dunia sejarah Mesir kuno, penemuan mumi Hatshepsut adalah salah satu yang paling menarik. Hatshepsut adalah ratu Mesir yang sangat berkuasa dan misterius. Muminya ditemukan oleh arkeolog terkenal, Howard Carter, di Lembah Para Raja, tempat raja-raja Mesir kuno dimakamkan.
Hatshepsut adalah ratu kedua yang diketahui memerintah Mesir pada sekitar tahun 1478 SM, selama Dinasti ke-18. Dia terkenal karena proyek pembangunan besar-besaran dan ekspedisi perdagangan yang sukses. Dia memimpin dengan bijaksana dan menjadi salah satu penguasa Mesir yang paling dihormati.
Penemuan mumi Hatshepsut menjadi momen penting dalam sejarah Mesir kuno. Saat beberapa mumi yang tidak dikenal dipilih untuk diteliti lebih lanjut, mumi Hatshepsut termasuk di antaranya. Mereka ditemukan dengan posisi tangan kanan di atas dada, yang merupakan cara khas raja Mesir dimakamkan.
Dengan teknologi canggih seperti CT-scan, peneliti bisa melihat di balik balutan mumi yang sudah berusia ribuan tahun. Mereka menemukan bahwa Hatshepsut hidup sampai usia sekitar lima puluh tahun, umur yang cukup tua pada masanya. Mereka juga menemukan bahwa dia mengalami obesitas, mungkin menderita diabetes, dan kemungkinan kanker. Ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan seperti itu juga sudah ada sejak zaman kuno.
Mumi Hatshepsut sekarang disimpan di Museum Mesir di Kairo. Banyak orang dari seluruh dunia datang untuk melihatnya dan terinspirasi oleh warisan besar Mesir kuno. Mumi ini mengingatkan kita akan sejarah panjang dan kekayaan budaya Mesir.
Penemuan dan penelitian mumi Hatshepsut juga menunjukkan betapa pentingnya arkeologi dan teknologi modern dalam mengungkap rahasia masa lalu. Dengan mempelajari mumi ini, kita bisa lebih memahami kehidupan orang-orang yang hidup di Mesir kuno.
Kisah mumi Hatshepsut membuktikan betapa menariknya peradaban Mesir kuno. Hingga kini, banyak orang, termasuk peneliti dan wisatawan, masih tertarik dan penasaran dengan sejarah Mesir. Mumi Hatshepsut adalah simbol penting dari warisan abadi Mesir yang akan selalu menarik perhatian kita untuk terus menggali rahasia yang tersembunyi di bawah pasir waktu. (*)
Editor : Richard Lawongan