Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Menguak Misteri Pemukiman Prasejarah: Kuk Kayu Berusia 3.300 Tahun Ditemukan di Italia!

Richard Lawongan • Jumat, 30 Agustus 2024 | 10:41 WIB

Kuk Kayu Berusia 3.300 Tahun.
Kuk Kayu Berusia 3.300 Tahun.

RADARPAPUA -
Setelah delapan tahun penggalian, pemulihan, dan restorasi yang rumit, sebuah kuk kayu langka berusia 3.300 tahun ditemukan di sebuah pemukiman zaman Perunggu Akhir di Este, Veneto, Italia Utara. Kuk ini kini telah diperlihatkan kepada publik.

Penemuan kuk kayu dari zaman Perunggu ini terjadi pada tahun 2015 di Este (Provinsi Padua). Sayangnya, penemuan ini tidak banyak diketahui orang. Butuh delapan tahun untuk memulihkan kuk tersebut karena prosesnya sangat hati-hati. Para ilmuwan dari berbagai bidang masih mempelajari kuk dan benda-benda lain yang ditemukan di sana. Akhirnya, pada tahun 2023, kuk ini dipamerkan di Palazzo Folco oleh Superintendency Padua.

Penemuan kuk kayu ini terjadi saat para arkeolog sedang melakukan investigasi sebelum pemasangan pipa gas SNAM. Mereka menyelidiki area tersebut karena banyaknya sisa-sisa arkeologi di sana. Namun, mereka tidak menyangka akan menemukan pemukiman prasejarah dari Zaman Perunggu di tempat itu. Setelah dilakukan tes, diketahui bahwa pemukiman tersebut dihuni antara pertengahan abad ke-13 dan abad ke-14 SM. Meskipun sudah ada beberapa penemuan dari era ini di wilayah Este sebelumnya, ini adalah pertama kalinya ditemukan pemukiman Zaman Perunggu yang tertata dengan baik.

Baca Juga: Kehidupan Sehari-Hari di Pompeii Terungkap melalui Temuan Makanan Kuno yang Menggambarkan Preferensi Diet Romawi

Kuk Kayu Berusia 3.300 Tahun.
Kuk Kayu Berusia 3.300 Tahun.

Kuk ini adalah kuk kepala, yang digunakan dengan cara diikatkan pada leher sepasang hewan penarik (mungkin sapi) dan diikatkan pada tanduk mereka menggunakan tali kulit atau tali. Kuk ini dulunya diperkirakan sepanjang satu meter, tetapi sebagian dari kuk itu tidak bertahan selama ribuan tahun.

Kuk ini lebih kecil daripada kuk dari zaman modern, menunjukkan bahwa sapi-sapi di Italia Utara pada Zaman Perunggu jauh lebih kecil daripada yang ada sekarang. Ada juga perbaikan kuno yang menarik pada salah satu bagian kuk yang diikatkan pada tanduk hewan. Kemungkinan besar, petani atau pengrajin saat itu memperbaikinya setelah rusak saat digunakan.

Pada Zaman Perunggu, wilayah ini adalah daerah rawa di mana orang-orang membangun rumah panggung di atas air. Kondisi berlumpur menjaga kayu dan benda-benda organik lainnya tetap utuh selama ribuan tahun. Bagian-bagian tanah yang berisi artefak kayu diambil dan dibawa ke Institut Pusat Restorasi di Roma. Di sana, para ahli merawat kayu basah tersebut dengan sangat hati-hati.

Penggalian dan konservasi ini belum selesai. Masih ada lebih banyak artefak kayu yang mungkin ditemukan di blok-blok tanah tersebut, dan para ilmuwan masih akan menganalisis objek-objek yang telah distabilkan. (*)

Editor : Richard Lawongan
#Sejarah Dunia #Padua #Penemuan Kuno #Penelitian Sejarah #Italia Utara #arkeologi #Kuk kayu #zaman perunggu #Pemukiman Prasejarah #Restorasi Artefak