Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Patagotitan Mayorum: Dinosaurus Terbesar yang Pernah Ditemukan Dipamerkan di London

Prisilia Rumengan • Jumat, 30 Agustus 2024 | 12:12 WIB
Pengunjung mengamati
Pengunjung mengamati

RADARPAPUA - Dinosaurus terbesar yang pernah ditemukan, Patagotitan mayorum, akan dipamerkan di London pada akhir bulan ini. Dengan panjang mencapai 37 meter dan berat sekitar 57 ton, Patagotitan mayorum diyakini sebagai salah satu makhluk terbesar yang pernah berjalan di Bumi.

Untuk membawa replika kerangka dinosaurus raksasa ini dari Argentina ke Inggris, dibutuhkan dua pesawat terbang. Dengan ukuran yang sebanding dengan pesawat Airbus A320 dan berat lebih dari sembilan gajah Afrika, Patagotitan mayorum memukau dengan skala yang luar biasa. Kerangka ini 11 meter lebih panjang dari kerangka Dippy the Diplodocus yang sudah dipajang di Museum Sejarah Alam di London.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa jantung Patagotitan saja memiliki berat 230 kg dengan lingkar sekitar 1,8 meter. Jantung besar ini mampu memompa sekitar 90 liter darah setiap lima detik. Dinosaurus herbivora raksasa ini dibangun seperti jembatan gantung dengan tulang belakang yang besar, leher yang panjang untuk menggapai dedaunan di puncak pohon, dan ekor yang panjang untuk menjaga keseimbangan.

Meskipun ukurannya sangat besar, Patagotitan mayorum memulai kehidupannya dari telur yang hanya berdiameter sekitar 20 cm, lebih kecil dari bola sepak. Bayi Patagotitan bahkan lebih kecil dari bayi manusia saat menetas.

Patagotitan adalah bagian dari kelompok titanosaurus, sejenis sauropoda yang hidup pada periode Kapur Awal sekitar 101 juta tahun yang lalu di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Argentina. Tidak semua titanosaurus berukuran besar, tetapi Patagotitan adalah pengecualian. Tulang paha (femur) saja memiliki panjang 2,38 meter.

Penemuan dan Pengangkutan Kerangka

Penemuan fosil Patagotitan bermula pada tahun 2010 ketika seorang pemilik peternakan di Patagonia menemukan tulang paha raksasa yang menonjol dari tanah. Selama penggalian lanjutan pada tahun 2012, 2013, dan 2015, para ilmuwan menemukan ratusan fosil yang berasal dari setidaknya enam dinosaurus yang terkubur di situs tersebut akibat tiga banjir besar. Lebih dari 200 bagian kerangka berhasil diangkat dari tanah.

Kerangka yang dipamerkan di London merupakan hasil pengecoran dari fosil-fosil tersebut, dibuat oleh Museo Paleontológico Egidio Feruglio di Trelew, Patagonia. Replika ini diangkut dalam peti besar menggunakan dua pesawat British Airways B787-9, bersama dengan empat peti fosil asli, termasuk tulang paha asli yang panjangnya lebih dari dua meter.

Alex Burch, Direktur Program Publik di museum, menyatakan, "Sebagai salah satu dinosaurus terbesar yang pernah berkeliaran di Bumi, sangat penting bagi kami untuk memamerkan replika ini kepada publik, menghubungkan pengunjung kami dengan alam dan menginspirasi mereka untuk peduli terhadap hewan-hewan besar yang kita bagikan di planet ini."

(aj)

Editor : Prisilia Rumengan
#london #arkeolog #Dino #penemuan #kuno #diplodocus #Patagotitan Mayorum