RADARPAPUA - Bukti yang ditemukan dalam catatan Romawi kuno telah mengungkap kisah mengejutkan tentang lebih dari 200 orang yang selamat dari letusan dahsyat Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi. Selama ini, banyak yang mengira seluruh penduduk Pompeii dan Herculaneum tewas dalam bencana tersebut. Namun, penelitian oleh para arkeolog menunjukkan bahwa banyak dari mereka berhasil melarikan diri dan membangun kembali kehidupan mereka di kota-kota terdekat.
Peneliti arkeologi, yang dipimpin oleh Steven L. Tuck, menemukan bukti penyintas setelah delapan tahun menyisir berbagai inskripsi Romawi. Dengan menganalisis nama-nama unik yang hanya ditemukan di Pompeii dan Herculaneum, seperti Numerius Popidius dan Aulus Umbricius, mereka menemukan individu-individu ini tercatat di kota-kota tetangga setelah letusan. Sekitar 200 penyintas ditemukan menetap di 12 kota, terutama di sebelah utara Gunung Vesuvius, di luar zona kehancuran terparah.
Temuan ini mengubah pandangan lama tentang letusan Vesuvius yang dianggap sebagai tragedi tanpa penyintas. Banyak di antara para pengungsi yang membangun kehidupan baru dan bahkan menjadi sukses di tempat tinggal baru mereka. Misalnya, keluarga Caltilius yang selamat dari Pompeii, kemudian mendirikan kuil di Ostia untuk menghormati dewa Serapis, simbol kesuburan dan kemakmuran.
Namun, tidak semua penyintas berhasil. Beberapa keluarga miskin, seperti keluarga Avianii dan Atilii dari Pompeii, harus hidup dalam kondisi sulit di Nuceria, sebuah komunitas kecil dan miskin. Kisah mereka menunjukkan bagaimana masyarakat pasca-bencana bersatu untuk membantu sesama, meskipun kondisi ekonomi yang sulit.
Letusan Gunung Vesuvius tak hanya menyisakan reruntuhan, tetapi juga mengungkap kekuatan manusia untuk bangkit kembali, memperlihatkan bahwa bencana tidak selalu berarti akhir bagi semua.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan