Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Benteng Kuno Berusia 4.200 Tahun Ditemukan di Spanyol

Via Ponamon • Kamis, 5 September 2024 | 10:01 WIB
Foto Tampak depan benteng, dengan beberapa tembok dan menara terlihat.(livescience.com)
Foto Tampak depan benteng, dengan beberapa tembok dan menara terlihat.(livescience.com)

RADARPAPUA - Arkeolog di Spanyol menemukan benteng kuno yang berusia sekitar 4.200 tahun. Benteng ini memiliki tembok luar yang tebal dan enam menara berbentuk piramida. Benteng ini disebut La Bastida dan terletak di daerah pegunungan Totana, wilayah Murcia, Spanyol tenggara.

Benteng ini dibuat dari batu besar dan adukan kapur. Dindingnya setebal 3 meter dan tingginya dulu mencapai 7 meter.

Tim arkeolog dari Universitas Otonom Barcelona yang dipimpin oleh Profesor Vicente Lull telah menemukan enam menara di sepanjang 70 meter dari keseluruhan panjang benteng yang mencapai sekitar 300 meter.

Pintu masuk benteng ini berupa lorong dengan dinding kuat dan pintu besar yang ditahan oleh balok kayu tebal.

Salah satu penemuan penting adalah pintu kedua yang terletak dekat pintu utama. Pintu ini sangat terawat dengan baik dan merupakan lengkungan pintu pertama yang ditemukan di Eropa prasejarah.

Menurut Profesor Rafael Micó, bagian dari tim proyek La Bastida, beberapa elemen benteng seperti menara besar dan pintu kedua mungkin menunjukkan adanya hubungan politik antara daerah-daerah yang jauh pada masa itu.

Benteng ini melindungi sebuah kota di atas bukit yang luasnya sekitar 40.000 meter persegi. Desain benteng ini mirip dengan peradaban kuno di wilayah Mediterania, seperti kota Troy di Turki dan kota-kota di Timur Tengah.

Para peneliti mengatakan bahwa benteng ini memiliki fitur militer unik. Misalnya, adukan kapur yang digunakan sangat kuat dan membuat dinding tahan air serta sulit untuk dihancurkan oleh penyerang.

Semua ini menunjukkan bahwa La Bastida mungkin adalah kota paling kuat di Eropa selama Zaman Perunggu.

Penggalian sebelumnya juga menemukan kolam besar yang bisa menampung lebih dari 380.000 liter air, serta rumah besar dan bangunan umum. Penemuan ini menunjukkan adanya masyarakat yang kuat dan terorganisir, serta kehidupan sosial yang keras dan penuh kekerasan.

Rencananya, La Bastida akan digali sepenuhnya dan diubah menjadi taman arkeologi terbuka dengan museum khusus serta pusat penelitian.(RP)

 

Sumber : livescience.com

Editor : Via Ponamon
#Eropa #SPANYOL #arkeolog #sejarah #benteng kuno