Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan Kuil Berbentuk Lingkaran di Meksiko: Jejak Kepercayaan Kuno Bangsa Maya terhadap Dewa Ular

Prisilia Rumengan • Selasa, 10 September 2024 | 07:26 WIB
Kuil berbentuk lingkaran (credit: INAH)
Kuil berbentuk lingkaran (credit: INAH)

RADARPAPUA – Sebuah penemuan arkeologi penting telah terungkap di Meksiko, ketika sebuah kuil berbentuk lingkaran yang dipersembahkan kepada dewa ular bangsa Maya berhasil ditemukan oleh para arkeolog. Kuil ini, yang diduga berusia ribuan tahun, diyakini dibangun untuk menghormati Kukulkan, dewa ular berbulu yang memainkan peran sentral dalam kepercayaan dan mitologi masyarakat Maya.

Tim peneliti dari Institut Antropologi dan Sejarah Nasional Meksiko (INAH) menemukan situs ini di kawasan Kulubá, wilayah yang sebelumnya kurang dieksplorasi namun memiliki sejarah arkeologi yang kaya. Kuil berbentuk lingkaran dianggap unik karena gaya arsitektur Maya umumnya berbentuk persegi. Struktur melingkar menonjol sebagai bukti penting dari perkembangan kepercayaan dan upacara Maya, yang mungkin melibatkan penyembahan terhadap Kukulkan.

"Penemuan kuil berbentuk lingkaran ini tidak hanya memberi kita wawasan baru tentang struktur keagamaan Maya, tetapi juga tentang bagaimana mereka memahami kosmologi dan dunia spiritual." Kata salah satu anggota tim peneliti. Peneliti juga menemukan artefak lain di sekitar situs tersebut, termasuk pecahan tembikar dan ukiran batu yang menggambarkan ular, memperkuat keyakinan bahwa situs ini merupakan tempat penyembahan penting.

Kuil ini diperkirakan menjadi pusat upacara keagamaan, yang mungkin melibatkan persembahan atau ritual penghormatan kepada dewa ular. Sejarawan meyakini bahwa Kukulkan adalah simbol transformasi dan kekuatan alam. Dewa ini diyakini mampu bergerak di antara dunia manusia dan dunia roh, dan kuil ini bisa jadi merupakan sarana penting untuk komunikasi spiritual dalam upacara-upacara Maya kuno.

Penemuan kuil lingkaran ini diharapkan dapat memberi lebih banyak wawasan tentang budaya Maya kuno, terutama dalam hal bagaimana mereka mengatur ritual keagamaan dan membangun struktur yang mencerminkan pandangan dunia mereka. Temuan ini juga membuka peluang baru untuk penelitian lebih lanjut di kawasan Kulubá, yang sebelumnya kurang dieksplorasi, namun sekarang mulai menunjukkan potensinya sebagai pusat peradaban Maya yang penting.

Dengan penemuan ini, para peneliti berharap dapat memahami lebih lanjut tentang peran Kukulkan dalam kehidupan masyarakat Maya dan bagaimana kepercayaan terhadap dewa ini berkembang seiring waktu. Penemuan ini juga memperkaya pengetahuan tentang bagaimana bangsa Maya membangun struktur arsitektural yang mencerminkan hubungan mereka dengan alam dan dunia spiritual.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#maya #penyembahan #arkeolog #dewa #kuil #penemuan #budaya #arkeologi #suku maya #ular #sejarah #tempat ibadah #suku #mitologi