RADARPAPUA - Sebuah penemuan arkeologis di Guatemala telah mengungkap ritual dramatis yang menandai perubahan rezim di era Maya Klasik Akhir.
Di situs K'anwitznal (Ucanal), ditemukan sisa-sisa manusia yang terbakar, diyakini milik anggota keluarga kerajaan Maya dari dinasti lama. Ritual ini tampaknya dilakukan untuk menegaskan kekuasaan baru yang dipimpin oleh penguasa asing bernama Papmalil.
Selain tulang-tulang, ornamen mewah seperti mahkota kerajaan juga ditemukan, menunjukkan status bangsawan mereka.
Penemuan ini mengungkap bahwa tulang-tulang tersebut dibakar sebagai bagian dari ritual politik, sebuah tradisi Maya yang menandai transisi kekuasaan.
Teknik penanggalan radiokarbon yang digunakan mengonfirmasi bahwa tulang-tulang tersebut berasal dari era sebelum arang ditemukan, menunjukkan bahwa makam kerajaan dibuka kembali dan tulang-tulangnya dibakar untuk memperkuat legitimasi kekuasaan baru.
Ini adalah salah satu contoh bagaimana masyarakat Maya menggunakan ritual semacam itu untuk menegaskan perubahan politik yang signifikan.
Para peneliti mencatat bahwa praktik ini merupakan bagian dari tradisi Maya dalam merubah dan membentuk kembali struktur sosial selama masa transisi.
Penemuan di K'anwitznal memperkaya pemahaman tentang dinamika politik dan sosial pada masa itu, dan menyoroti pentingnya ritual dalam memperkuat kekuasaan baru di masyarakat Maya.(RP)
Sumber : livescience.com
Editor : Via Ponamon