Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Jamur Pemakan Plastik: Harapan Baru di Tengah Krisis Polusi Global

Richard Lawongan • Rabu, 11 September 2024 | 14:26 WIB
Ilustrasi sampah di laut
Ilustrasi sampah di laut

RADARPAPUA — Para ilmuwan di Jerman baru-baru ini membuat penemuan yang mengundang perhatian dunia: sebuah jenis jamur yang mampu memakan plastik. Temuan ini memberikan secercah harapan dalam upaya global untuk mengatasi krisis polusi plastik yang semakin parah, yang telah mencemari lautan dunia dengan jutaan ton sampah setiap tahunnya.

Jamur Mikro yang Memakan Plastik

Di Institut Ekologi Air Tawar dan Perikanan Pedalaman Leibniz, sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Hans-Peter Grossart berhasil mengidentifikasi jamur mikro yang mampu bertahan hidup hanya dengan plastik sebagai sumber makanan. Temuan ini berasal dari penelitian yang dilakukan di Danau Stechlin, timur laut Jerman, di mana mereka mengamati bahwa beberapa jenis jamur mikro dapat tumbuh subur di atas plastik tanpa sumber karbon lain.

“Temuan paling mengejutkan dari pekerjaan kami adalah bahwa jamur ini dapat tumbuh secara eksklusif pada beberapa polimer sintetis dan bahkan membentuk biomassa,” ujar Grossart dalam wawancaranya dengan Reuters TV. Ini adalah indikasi kuat bahwa jamur tersebut memiliki kemampuan untuk mendegradasi plastik, terutama poliuretan yang umum digunakan dalam produk seperti busa konstruksi.

Meskipun temuan ini memberikan harapan baru, para ilmuwan menekankan bahwa jamur pemakan plastik bukanlah solusi utama untuk mengatasi masalah polusi plastik global. Menurut Grossart, meskipun jamur dapat digunakan dalam kondisi terkendali seperti pabrik pengolahan limbah, mereka tidak akan mampu menyelesaikan masalah besar ini sendirian.

"Kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk mengurangi jumlah plastik yang dibuang ke lingkungan," tambahnya. Ia juga menjelaskan bahwa plastik terbuat dari karbon fosil, dan jika jamur memecahnya, itu tidak jauh berbeda dengan membakar minyak atau gas, yang pada akhirnya melepaskan CO2 ke atmosfer.

Upaya Global dan Realitas

Meskipun dunia telah menyadari bahaya polusi plastik, kenyataannya masih banyak yang harus dilakukan. Menurut data dari Plastics Europe, sekitar 390 juta ton plastik diproduksi di seluruh dunia pada tahun 2021, meningkat tajam dari hanya 1,7 juta ton pada tahun 1950. Ironisnya, kurang dari 10 persen dari sampah plastik ini yang didaur ulang secara global.

Empat dari 18 jenis jamur yang diteliti oleh tim Grossart menunjukkan kemampuan yang luar biasa dalam memecah plastik, terutama poliuretan. Namun, tantangan terbesar tetap pada jenis plastik lainnya, seperti polietilena yang lebih umum digunakan dalam kantong plastik dan mikroplastik dari abrasi ban yang sulit terurai karena adanya aditif logam berat.

Meskipun penemuan ini memberikan jalan baru untuk mengeksplorasi solusi terhadap krisis plastik, para ilmuwan sepakat bahwa langkah paling efektif adalah dengan mengurangi produksi plastik itu sendiri dan mencegahnya masuk ke lingkungan. Aktivitas enzim yang dihasilkan oleh jamur sangat bergantung pada kondisi eksternal seperti suhu dan ketersediaan nutrisi, yang membuatnya lebih cocok digunakan di lingkungan terkendali.

Negosiasi untuk perjanjian plastik global pertama saat ini sedang berlangsung, dengan tahap akhir yang dijadwalkan akan diadakan di Korea Selatan pada akhir tahun 2024. Perjanjian ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi dunia dalam menangani tumpukan sampah plastik yang telah menyebar ke seluruh penjuru bumi, dari lautan terdalam hingga ke dalam tubuh manusia.

Temuan jamur pemakan plastik ini hanyalah satu langkah kecil menuju solusi besar yang dibutuhkan untuk menyelamatkan planet kita dari krisis polusi plastik. Namun, setiap langkah kecil ini penting, dan semoga menjadi pemicu untuk lebih banyak inovasi dan upaya dalam perang melawan polusi plastik. (aj)

Editor : Richard Lawongan
#Jerman #polusi #penemuan #jamur #Global #Pemakan Plastik