RADARPAPUA - Para ahli dari Universitas Leicester menemukan sebuah peti mati timbal misterius di dekat makam Raja Richard III di sebuah gereja kuno. Peti mati itu ditemukan pada tahun 2013, setahun setelah makam Raja Richard ditemukan. Di dalam peti mati timbal itu ada kerangka seorang wanita tua, yang diperkirakan adalah seorang dermawan (penyumbang) untuk gereja tersebut.
Peti mati timbal ini ditemukan di dalam sebuah peti batu yang lebih besar. Penemuan ini sangat penting karena ini adalah pertama kalinya peti batu dari zaman abad pertengahan ditemukan di Leicester.
Baca Juga: Mengungkap Jejak Anjing Pribumi Amerika di Tengah Kolonialisasi Eropa
Para ahli percaya bahwa wanita ini mungkin memiliki peran penting di gereja tersebut karena peti matinya berada di tempat khusus dekat altar. Tes menunjukkan bahwa dia mungkin meninggal antara tahun 1250 hingga 1400. Dia adalah salah satu dari beberapa wanita yang ditemukan di area pemakaman gereja itu.
Meski begitu, tidak banyak yang bisa diketahui tentang siapa sebenarnya wanita-wanita yang dimakamkan di sana. Salah satu catatan kuno menyebut seorang wanita bernama Emma, yang mungkin dimakamkan di gereja ini. Namun, tanpa informasi lebih lanjut atau sampel DNA, para ahli tidak bisa memastikan apakah salah satu kerangka itu milik Emma.
Baca Juga: Penemuan Mural Berwajah Dua di Peru Menjadi Kunci Memahami Simbolisme Kosmos Kuno
Penemuan ini memberi wawasan baru tentang kehidupan orang-orang di Leicester pada zaman abad pertengahan, termasuk pola makan mereka yang mewah, seperti makan ikan laut dan daging. Meski mereka bekerja keras, beberapa wanita ini memiliki gaya hidup yang cukup sejahtera.
Penemuan ini juga menunjukkan perbedaan besar antara pemakaman Raja Richard III yang sangat sederhana dan kasar dengan pemakaman wanita-wanita ini yang lebih teratur dan rapi. (*)
Editor : Richard Lawongan