Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Evolusi Anjing Domestik: Dari Serigala Liar Menjadi Sahabat Manusia

Prisilia Rumengan • Kamis, 12 September 2024 | 17:33 WIB
Fosil anjing tertua yang dikonfirmasi diyakini berusia lebih dari 14.000 tahun. Di sini, seorang pria menuntun anjingnya dalam sebuah gambar di sarkofagus.
Fosil anjing tertua yang dikonfirmasi diyakini berusia lebih dari 14.000 tahun. Di sini, seorang pria menuntun anjingnya dalam sebuah gambar di sarkofagus.

RADARPAPUA - Proses evolusi anjing domestik berlangsung selama ribuan tahun, di mana serigala dan anjing terus kawin silang. Fenomena ini membuat analisis fosil canid dan bahkan DNA mereka menjadi lebih rumit. Ahli paleontologi dan peneliti harus mengkaji ciri-ciri morfologi seperti ukuran gigi, panjang moncong, serta bentuk tengkorak untuk membedakan antara fosil anjing, serigala, dan anjing-serigala purba.

Fosil anjing purba biasanya menunjukkan ciri-ciri unik seperti tengkorak dan moncong yang lebih pendek, gigi yang lebih kecil dan rapat, serta langit-langit mulut dan cranium yang lebih lebar dibandingkan serigala modern. Teknik analisis lanjut seperti geometric morphometrics memungkinkan ilmuwan untuk menganalisis kurva tengkorak dengan lebih detail, membandingkan spesimen yang berbeda secara lebih akurat.

Namun, tidak selalu mudah untuk menentukan apakah suatu fosil adalah serigala atau anjing. Beberapa fosil anjing dari Zaman Es disebut sebagai “anjing awal” atau “incipient dogs,” yaitu canid yang berada dalam tahap transisi—belum sepenuhnya serigala, namun belum juga anjing domestik. Salah satu fosil tertua dari jenis ini adalah tengkorak besar yang ditemukan di Goyet, Belgia pada 1860-an. Fosil ini diperkirakan berusia hampir 36.000 tahun, berdasarkan penanggalan radiokarbon.

Tengkorak Goyet ini termasuk dalam kelompok anjing Paleolitik, yang lebih mirip anjing purba daripada serigala modern. Fosil lain yang ditemukan di Pegunungan Altai, Siberia pada 1975, juga dianggap berasal dari anjing awal, diperkirakan berusia sekitar 33.000 tahun. Analisis menyimpulkan bahwa tengkorak ini milik canid yang berada dalam tahap awal domestikasi.

Kedekatan Anjing dengan Manusia Kuno

Penelitian terhadap fosil anjing memberikan wawasan tentang hubungan antara manusia purba dan anjing. Salah satu fosil anjing yang paling terkenal adalah "anjing Bonn-Oberkassel," yang diperkirakan berusia lebih dari 14.000 tahun. Fosil ini ditemukan bersama sisa-sisa seorang pria dan wanita dalam kuburan kuno di Jerman pada tahun 1914.

Bonn-Oberkassel sebenarnya adalah seekor anak anjing berusia sekitar tujuh bulan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa anak anjing tersebut menderita penyakit distemper, dan manusia merawatnya melalui serangkaian penyakit hingga akhirnya mati. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara anjing dan manusia pada masa itu lebih dari sekadar hubungan fungsional. Anjing-anjing ini diperlakukan dengan kasih sayang, yang ditunjukkan melalui penguburan bersama manusia, sebuah indikasi betapa berharganya mereka dalam kehidupan manusia purba.

Hubungan ini menjadi fondasi transisi anjing dari hewan liar menjadi sahabat setia yang kita kenal hari ini. Fosil seperti anjing Bonn-Oberkassel bukan hanya bukti fisik, tetapi juga simbol awal dari ikatan mendalam antara manusia dan anjing, yang berlangsung hingga ribuan tahun kemudian. (aj)

Editor : Prisilia Rumengan
#fossil #anjing #serigala #paleontologi #zaman es #sarkofagus #Evolusi