Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan Baru di Prancis Ungkap Penyebab Kepunahan Neanderthal

Prisilia Rumengan • Jumat, 13 September 2024 | 05:05 WIB
Gambar Ilustrasi Neanderthal
Gambar Ilustrasi Neanderthal

RADARPAPUA - Baru-baru ini, sisa-sisa Neanderthal yang ditemukan di sebuah gua di Prancis semakin memperkuat teori yang telah lama dikenal mengenai penyebab kepunahan mereka. Para peneliti dari Globe Institute, Universitas Kopenhagen, menyebutkan bahwa temuan ini mendukung salah satu hipotesis utama terkait kepunahan Neanderthal sekitar 40.000 tahun yang lalu.

Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan telah mengajukan berbagai penjelasan mengapa manusia modern berhasil bertahan, sementara Neanderthal lenyap dari muka Bumi. Salah satu hipotesis yang didukung oleh studi terbaru ini menyatakan bahwa gaya hidup Neanderthal yang cenderung terisolasi mungkin berperan besar dalam kepunahan mereka.

Neanderthal: Kehidupan Terisolasi dan Kurangnya Keanekaragaman Genetik

Salah satu peneliti utama dalam studi ini, Associate Professor Martin Sikora, menjelaskan bahwa analisis DNA Neanderthal yang ditemukan menunjukkan bahwa mereka cenderung hidup dalam kelompok-kelompok kecil dan memiliki tingkat perkawinan sedarah yang tinggi.

"Ketika kita melihat genom Neanderthal, kita menemukan bahwa mereka cukup inbred, yang berarti tidak memiliki banyak keanekaragaman genetik. Mereka telah hidup dalam kelompok-kelompok kecil selama banyak generasi. Kita tahu bahwa inbreeding, jika berlangsung dalam jangka panjang, dapat berdampak buruk pada kemampuan bertahan hidup suatu populasi," jelas Sikora.

Sisa-sisa Neanderthal yang baru ditemukan ini berasal dari garis keturunan yang berbeda dengan Neanderthal yang ditemukan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa organisasi sosial Neanderthal mungkin berbeda dengan manusia modern awal yang lebih cenderung terhubung dengan kelompok lain.

Manusia Modern dan Keunggulan Sosial

Dalam studi ini, para peneliti membandingkan kehidupan sosial Neanderthal dengan manusia modern awal. Mereka menemukan bahwa manusia modern lebih cenderung membentuk jaringan sosial yang luas, termasuk "jaringan kawin" yang membantu mereka menghindari perkawinan sedarah, terutama di komunitas kecil.

Menurut Postdoc Tharsika Vimala, kemampuan manusia untuk berkomunikasi dan bertukar pengetahuan mungkin telah menjadi faktor kunci dalam kelangsungan hidup mereka. "Kemampuan untuk berkomunikasi lebih banyak dan berbagi pengetahuan adalah sesuatu yang dilakukan oleh manusia modern, yang mungkin tidak dilakukan oleh Neanderthal karena gaya hidup mereka yang lebih terisolasi," jelasnya.

Penemuan ini juga menunjukkan bahwa Neanderthal di wilayah barat Eropa mungkin hidup dalam komunitas-komunitas yang terisolasi, berbeda dengan manusia modern awal yang lebih cenderung menjalin hubungan antar kelompok. Hal ini membuat manusia modern memiliki keunggulan dalam bertahan hidup di lingkungan yang keras.

DNA Mengungkap Sejarah Neanderthal

Meski banyak sisa-sisa Neanderthal telah ditemukan di seluruh Eurasia, DNA yang berhasil diambil dari sisa-sisa tersebut relatif sedikit. Beberapa DNA tertua yang berhasil ditemukan berasal dari Neanderthal yang hidup 120 ribu tahun lalu, termasuk yang ditemukan di Gua Denisova di Pegunungan Altai, serta di gua-gua di Belgia dan Jerman.

Dalam studi ini, para peneliti di Kopenhagen berhasil mengekstraksi DNA dari gigi Neanderthal yang baru ditemukan di Prancis. Analisis genom menunjukkan bahwa Neanderthal ini memiliki garis keturunan yang berbeda dari Neanderthal yang sebelumnya dipelajari. Ini mengindikasikan bahwa berbagai komunitas Neanderthal yang terisolasi mungkin telah hidup di Eropa Barat hingga kepunahan mereka.

Penemuan ini penting karena memberikan bukti lebih lanjut mengenai hipotesis bahwa gaya hidup terisolasi Neanderthal mungkin menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan kepunahan mereka. (aj)

 
Editor : Prisilia Rumengan
#Prancis #sosial #penemuan #Neanderthal #punah #genetik DNA