Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penelitian Arkeologi Ungkap Asal Usul Dingo dari Anjing Asia Timur dan Melanesia

Prisilia Rumengan • Jumat, 20 September 2024 | 14:35 WIB
Grafik menunjukkan ketinggian relatif dingo.
Grafik menunjukkan ketinggian relatif dingo.

RADARPAPUA - Penelitian terbaru dari Universitas Sydney berhasil menemukan hubungan jelas antara fosil dingo Australia dan anjing-anjing dari Asia Timur serta Papua Nugini. Temuan ini menggugat teori sebelumnya yang mengaitkan asal-usul dingo dengan anjing pariah dari India atau Thailand.

Dengan menggunakan teknologi pemindaian 3D dan analisis geometris morfometri pada spesimen dingo kuno, para peneliti menemukan bahwa dingo paling mirip dengan anjing Jepang serta “anjing bernyanyi” dari Papua Nugini dan anjing liar dataran tinggi Irian Jaya.

Dr. Loukas Koungoulos, salah satu peneliti, mengatakan temuan ini memberikan bukti pertama bahwa dingo kemungkinan berevolusi dari leluhur anjing yang berasal dari Asia Timur melalui Melanesia. "Penelitian kami menemukan tautan pertama yang sulit dipahami antara material fosil yang menunjukkan bahwa dingo berevolusi secara lokal dari nenek moyang anjing Asia Timur," jelasnya.

Penelitian yang dilakukan bersama tim dari Universitas New England dan Universitas Liverpool ini juga mengungkap bahwa dingo kuno ditemukan di situs arkeologi Danau Mungo dan Danau Milkengay di NSW, Australia Barat. Sisa-sisa dingo yang berusia lebih dari 3.000 tahun berhasil diidentifikasi menggunakan metode penanggalan radiokarbon, bekerja sama dengan Pemilik Tradisional Warisan Dunia Wilayah Danau Willandra.

Associate Professor Melanie Fillios dari Universitas New England mengatakan, "Penelitian kami menggarisbawahi kekunoan dingo, yang menunjukkan hubungan leluhur yang sama antara dingo dan anjing di Asia Tenggara."

Dingo modern telah berevolusi menjadi lebih besar dan ramping dibandingkan leluhur mereka, dengan tinggi rata-rata 54 cm, sedangkan nenek moyang mereka lebih mirip dengan anjing kontemporer dari Asia Tenggara dan Melanesia yang memiliki tinggi 40-47 cm.(aj)

Editor : Prisilia Rumengan
#asal usul #fosil #penelitian #Melanesia #Australia #Dingo