Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Teknologi LiDAR Ungkap Kompleksitas dan Luasnya Peradaban Maya di Guatemala

Prisilia Rumengan • Jumat, 20 September 2024 | 21:22 WIB
Piramid Suku Maya yang sangat kompleks(credit: Ancient Mesoamerica)
Piramid Suku Maya yang sangat kompleks(credit: Ancient Mesoamerica)

RADARPAPUA - Light Detection and Ranging (LiDAR), sebuah teknologi yang menggunakan sinar laser untuk memetakan permukaan bumi, telah membawa para arkeolog pada penemuan baru yang mengejutkan tentang peradaban Maya kuno di Guatemala.

Penelitian terbaru ini, yang dipimpin oleh para ilmuwan dari Foundation for Maya Cultural and Natural Heritage (PACUNAM), menemukan bahwa peradaban Maya jauh lebih besar dan lebih kompleks dari yang pernah dibayangkan. Melalui penggunaan LiDAR, para ilmuwan mampu melihat di balik hutan tropis lebat yang menutupi wilayah El Mirador-Calakmul, salah satu situs Maya kuno terbesar.

Dalam studi yang dilakukan, lebih dari 400 pemukiman baru terdeteksi, mencakup wilayah sekitar 650 mil persegi. Hal ini tidak hanya menyoroti skala besar dari peradaban Maya, tetapi juga menunjukkan tingginya tingkat organisasi sosial dan ekonomi mereka.

Jaringan jalan raya yang menghubungkan berbagai kota, kanal irigasi untuk pertanian, serta struktur monumental, semuanya mengindikasikan bahwa Maya kuno memiliki sistem perdagangan dan politik yang sangat terorganisir.

Salah satu penemuan paling mengejutkan adalah adanya sistem jalan sepanjang hampir 110 mil yang membentang di antara berbagai pemukiman Maya. Jalan-jalan ini dibangun untuk memfasilitasi transportasi antar kota besar, membuktikan adanya jaringan perdagangan yang luas.

Teknologi LiDAR memungkinkan para peneliti untuk melihat semua ini tanpa merusak vegetasi yang tumbuh di atas situs-situs bersejarah tersebut.

"Kami tidak hanya menemukan pemukiman, tetapi juga infrastruktur yang luar biasa, yang menegaskan tingginya tingkat keahlian dalam pembangunan dan organisasi sosial peradaban Maya," ujar Richard Hansen, salah satu arkeolog yang terlibat dalam penelitian ini. Penemuan ini telah membuka wawasan baru tentang seberapa besar dan terstruktur peradaban Maya, serta bagaimana mereka mampu mengelola sumber daya alam di lingkungan yang sangat menantang.

Penelitian ini juga mengubah cara pandang para ahli tentang bagaimana peradaban kuno ini runtuh. Jika sebelumnya banyak yang berpikir bahwa perubahan iklim adalah penyebab utama keruntuhan Maya, temuan baru ini menunjukkan bahwa ada faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi, termasuk tekanan populasi dan persaingan politik internal.

LiDAR telah membuktikan dirinya sebagai alat yang sangat berharga dalam bidang arkeologi, memungkinkan para ilmuwan untuk menemukan situs-situs kuno yang tersembunyi di bawah vegetasi yang padat. Dengan penemuan terbaru ini, semakin jelas bahwa peradaban Maya kuno jauh lebih kompleks daripada yang pernah kita bayangkan.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#Penemuan mengejutkan #penelitian #Teknologi #LiDAR Sensor #suku maya #teknologi canggih #Peradaban Maya