Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

T Coronae Borealis Diprediksi Meledak Kembali pada 2024, Fenomena Langka Ini Terakhir Terlihat pada 1946

Prisilia Rumengan • Minggu, 22 September 2024 | 17:29 WIB
Ilustrasi Bintang T Coronae Borealis (IA Generator)
Ilustrasi Bintang T Coronae Borealis (IA Generator)

RADARPAPUA- T Coronae Borealis, sebuah sistem bintang biner yang terdiri dari kerdil putih dan raksasa merah, diperkirakan akan meledak kembali pada tahun 2024, menciptakan nova yang terlihat dengan mata telanjang. Sistem bintang ini berjarak sekitar 3.000 tahun cahaya dari Bumi, berada di konstelasi Corona Borealis (Mahkota Utara). Dalam sejarah, nova ini telah meledak dua kali, pada tahun 1866 dan 1946, dan menghasilkan pemandangan langit spektakuler yang hanya bisa dilihat setiap 80 tahun sekali.

Menurut catatan sejarah dari tahun 1217, seorang biarawan Jerman bernama Abbot Burchard menggambarkan cahaya terang yang muncul di langit utara selama beberapa hari. Ilmuwan masa kini memprediksi bahwa siklus ledakan ini akan kembali terjadi, dan puncaknya akan mencapai kecerahan seperti bintang Polaris. Peristiwa ini akan berlangsung hanya selama seminggu sebelum bintang kembali redup.

Ledakan nova ini terjadi ketika kerdil putih menyedot materi dari raksasa merah. Setelah cukup banyak hidrogen terkumpul, ledakan nuklir yang hebat terjadi, menghasilkan kilatan terang yang bisa dilihat dari Bumi. Ini bukan hanya pemandangan langit yang menakjubkan, tetapi juga memberikan astronom kesempatan untuk mempelajari lebih dalam tentang perilaku bintang biner.

Para astronom telah mencatat penurunan kecerahan yang dikenal sebagai “pre-eruption dip,” yang menjadi tanda bahwa ledakan besar sudah mendekat. Meski waktu pastinya tidak diketahui, ledakan diperkirakan terjadi antara Februari hingga September 2024, menawarkan kesempatan sekali seumur hidup bagi pengamat langit.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#sistem bintang biner #bintang #meledak #Astronomi #80 tahun #sistem #T Coronae Borealis