Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Dari Kota Tenggelam hingga Ubur-Ubur Sisir, Dunia Ilmu Pengetahuan Terus Menyingkap Misteri Alam.

Prisilia Rumengan • Senin, 23 September 2024 | 08:54 WIB
Ilustrasi (AI Generator)
Ilustrasi (AI Generator)

RADARPAPUA- Kota-kota besar di dunia, termasuk New York, mulai mengalami penurunan tanah akibat berat bangunannya sendiri, menurut laporan ilmuwan terbaru. New York, dengan lebih dari satu juta bangunan, mulai tenggelam pada laju 0,08 inci per tahun.

Penemuan ini menggugah kekhawatiran akan masa depan kota-kota pesisir yang juga terancam oleh kenaikan permukaan laut.

Sementara itu, di Argentina, tim paleontologi menemukan fosil dinosaurus titanosaur yang diperkirakan mencapai panjang 30 meter. Penemuan ini memperkaya pemahaman tentang hewan terbesar yang pernah hidup di Bumi, meskipun pengangkutan fosil tersebut menyebabkan kecelakaan lalu lintas yang menghancurkan aspal jalan. Untungnya, tidak ada kerusakan pada fosil atau manusia.

Selain itu, para ilmuwan terus memecahkan misteri evolusi dengan membandingkan ubur-ubur sisir dan spons laut. Salah satu pertanyaan terbesar dalam biologi evolusi adalah: hewan mana yang muncul lebih dulu? Penelitian terbaru mulai mengungkapkan jawaban yang lebih jelas, meskipun debat masih berlangsung di antara para ahli.

Di luar angkasa, teleskop James Webb kembali memukau dengan penemuannya tentang geyser raksasa di bulan Enceladus milik Saturnus, yang menyemburkan air hingga ratusan mil ke angkasa. Fenomena ini memicu spekulasi apakah geyser tersebut mengandung bahan kimia yang dapat mendukung kehidupan di luar Bumi.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#Tenggelam #Ubur Ubur #penurunan tanah #besar #fosil dinosaurus #kota