RADARPAPUA - Ilmuwan menemukan bahwa tikus berduri (spiny mice) memiliki lapisan tulang tersembunyi di ekor mereka, menyerupai struktur tulang pada dinosaurus dan beberapa reptil.
Studi ini merupakan hasil kolaborasi tak terduga antara peneliti di Universitas Florida dan ahli gambar digital dari Museum Sejarah Alam Florida. Mereka menggunakan teknologi CT scan untuk mempelajari tikus berduri dalam proyek penelitian spesimen vertebrata.
Penelitian ini menunjukkan bahwa tikus-tikus tersebut mengembangkan lapisan osteoderms, sebuah struktur tulang pelindung yang sebelumnya hanya ditemukan pada mamalia seperti armadillo.
Osteoderms pada tikus berduri diduga membantu mereka mempertahankan diri dari predator, meski fungsinya tidak sama seperti dinosaurus yang menggunakannya untuk bertempur.
Yang menarik adalah temuan ini memperlihatkan bahwa adaptasi tulang pelindung ini tidak hanya terjadi pada mamalia masa kini, tetapi juga pada fosil beberapa spesies mamalia purba seperti sloth.
Tikus berduri tidak menggunakan protein keratin seperti tikus lain atau manusia pada bagian ekor mereka, melainkan mengaktifkan gen khusus yang membentuk tulang osteoderms.
Para peneliti berharap temuan ini bisa membawa pemahaman lebih dalam tentang evolusi mamalia dan mungkin bahkan memungkinkan pengembangan tikus berlapis pelindung dalam laboratorium di masa depan.
Penelitian ini membuka wawasan baru tentang bagaimana spesies mamalia berevolusi untuk menghadapi tantangan dari predator.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan