RADARPAPUA – Di dalam mitologi suku Mapuche, yang mendiami wilayah Chile dan Argentina, Chonchon dikenal sebagai salah satu makhluk paling menakutkan.
Berwujud burung dengan kepala manusia, Chonchon dipercaya sebagai perwujudan dari "kalku" atau penyihir jahat yang memiliki kekuatan untuk melepaskan kepalanya dan mengubah diri menjadi makhluk ini.
Burung berkepala manusia ini terbang di malam hari, sering kali menebarkan ketakutan dengan jeritan melengkingnya yang dikaitkan dengan pertanda buruk dan kematian.
Legenda mengatakan bahwa suara Chonchon, yang disebut-sebut seperti jeritan yang menembus malam, merupakan pertanda kemalangan besar, penyakit, atau bahkan kematian yang akan datang.
Hal ini membuat masyarakat setempat selalu berhati-hati jika mendengar suaranya, karena itu bisa berarti salah satu dari mereka akan jatuh sakit atau terjadi bencana di desa.
Cerita Chonchon berkembang seiring dengan keyakinan masyarakat Mapuche tentang dunia sihir dan transformasi.
Seseorang yang memiliki kekuatan sihir hitam bisa menjadi Chonchon melalui ritual khusus. Sebagai Chonchon, mereka dapat terbang di malam hari untuk menjalankan tujuan jahat, seperti menebar kutukan atau mengambil nyawa orang yang tak berdosa.
Kepercayaan terhadap Chonchon menyoroti betapa kuatnya pengaruh mitologi dan sihir dalam kehidupan masyarakat Mapuche.
Kisah ini tidak hanya menunjukkan ketakutan terhadap kematian, tetapi juga menggarisbawahi pentingnya menghormati alam, roh, dan keseimbangan antara kehidupan serta kekuatan supernatural.
Hingga kini, legenda Chonchon masih hidup dalam budaya dan cerita rakyat masyarakat Mapuche, menjadi simbol misteri dan teror malam yang tak terselesaikan.(RP)
Sumber : ancientpages.com
Editor : Via Ponamon