RADARPAPUA - Penelitian terbaru dari Oregon State University's Marine Mammal Institute mengungkap perilaku akrobatik paus abu-abu yang unik saat mereka mencari makan di perairan lepas pantai Oregon. Dengan menggunakan rekaman drone yang diambil selama tujuh tahun, para ilmuwan mendapatkan wawasan baru tentang gerakan-gerakan yang dilakukan oleh paus abu-abu, seperti berenang dengan kepala di bawah (headstand), penggunaan gelembung, dan gerakan lain yang berubah seiring usia paus.
Perubahan Perilaku Paus Berdasarkan Usia
Penelitian yang dipimpin oleh Clara Bird dari Marine Mammal Institute ini menemukan bahwa paus muda cenderung lebih sering menggunakan gerakan berenang maju saat mencari makan. Sebaliknya, paus yang lebih tua dan lebih besar lebih sering melakukan headstand, di mana mereka menekankan mulut mereka ke dasar laut. Bird menjelaskan bahwa gerakan headstand ini membutuhkan kekuatan dan koordinasi, yang mungkin dipelajari seiring dengan pertumbuhan paus.
“Kami sering melihat paus melakukan gerakan seperti perenang sinkron ketika mereka melakukan headstand. Anak paus juga mencoba meniru perilaku ini, tetapi belum mampu melakukannya dengan sempurna,” ungkap Bird.
Penelitian yang Berdampak Pada Perlindungan Paus
Penelitian ini bukan hanya menawarkan wawasan menarik tentang perilaku paus abu-abu, tetapi juga berkontribusi pada upaya perlindungan mereka. Paus dari Pacific Coast Feeding Group, sekelompok sekitar 200 paus yang mencari makan di sepanjang pantai Oregon, Washington, California utara, dan Kanada selatan, berisiko terkena dampak aktivitas manusia, seperti lalu lintas kapal dan polusi.
Leigh Torres, profesor dan pemimpin GEMM Lab yang berkolaborasi dengan Bird dalam penelitian ini, menyebutkan bahwa penelitian ini sangat membantu dalam memahami habitat, ukuran, dan usia paus yang mempengaruhi perilaku mereka. "Penemuan ini akan membantu melindungi paus abu-abu di masa depan," jelas Torres.
Adaptasi Unik Paus untuk Bertahan di Lingkungan Mereka
Penelitian ini juga menemukan bahwa paus abu-abu mengubah taktik mencari makan berdasarkan habitat dan kedalaman air. Misalnya, paus lebih cenderung menggunakan headstand di terumbu karang yang dihuni oleh mangsa utama mereka, seperti udang mysid yang sering berkumpul di terumbu dengan kelp.
Selain itu, fenomena “bubble blasts” atau pelepasan gelembung udara yang dilakukan paus ternyata berfungsi untuk mengatur daya apung mereka saat menyelam di perairan dangkal. Paus yang lebih besar dan gemuk lebih sering menggunakan bubble blasts untuk memperpanjang durasi menyelam mereka.
Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana ukuran dan usia paus memengaruhi perilaku mereka, serta peran pembelajaran sosial dalam adopsi perilaku tersebut. Berkat teknologi drone, para peneliti dapat menangkap perilaku paus dengan detail yang sebelumnya tidak dapat diakses, dan membuka jalan untuk melindungi mereka di masa depan.(aj)
Editor : Richard Lawongan