RADARPAPUA - Para astronom yang menggunakan Teleskop Luar Angkasa Hubble NASA telah menemukan fenomena mengejutkan: bintang-bintang yang meledak, atau disebut nova, cenderung lebih sering terjadi di dekat semburan jet plasma yang dihasilkan oleh lubang hitam supermasif di galaksi M87. Jet yang dipancarkan oleh lubang hitam dengan massa 6,5 miliar kali lipat massa Matahari ini tampaknya mempengaruhi lingkungan sekitarnya, membuat bintang-bintang di area tersebut lebih sering mengalami ledakan. Fenomena ini membingungkan para peneliti dan menimbulkan pertanyaan besar tentang bagaimana sebenarnya jet lubang hitam berinteraksi dengan objek di sekelilingnya.
Dalam makalah yang dipimpin oleh Alec Lessing dari Universitas Stanford, tim peneliti menemukan bahwa jumlah nova yang meledak di dekat jalur jet dua kali lebih banyak dibandingkan area lain di galaksi M87. Nova biasanya terjadi dalam sistem bintang ganda, di mana bintang normal yang sudah menua mentransfer hidrogen ke bintang katai putih yang telah kehabisan bahan bakarnya. Ketika cukup banyak hidrogen terkumpul di permukaan bintang katai putih, ledakan besar terjadi, melepaskan lapisan luar bintang tersebut tanpa menghancurkan bintang itu sendiri.
Jet dari lubang hitam ini, yang melesat dengan kecepatan hampir setara dengan cahaya, mengeluarkan plasma panas sepanjang 3.000 tahun cahaya ke angkasa. Meskipun bintang yang berada tepat di dalam jalur jet akan terbakar habis, penelitian ini menemukan bahwa area di sekitar jet juga merupakan wilayah yang sangat berbahaya. Salah satu hipotesis yang diajukan oleh para peneliti adalah bahwa jet tersebut mempercepat proses transfer hidrogen ke bintang katai putih, yang pada gilirannya mempercepat terjadinya ledakan nova. "Mungkin jet ini seperti mendorong hidrogen ke katai putih, menyebabkan mereka lebih sering meledak," kata Lessing.
Temuan ini didasarkan pada pengamatan yang dilakukan oleh Hubble selama sembilan bulan, di mana teleskop tersebut secara berkala mengamati galaksi M87 setiap lima hari sekali. Hubble berhasil menemukan 94 nova dalam sebagian kecil dari wilayah galaksi yang dapat dicakup oleh kameranya. Michael Shara, salah satu peneliti dari American Museum of Natural History di New York, mengungkapkan bahwa meski para astronom telah lama mencurigai adanya peningkatan aktivitas di sekitar jet M87, data dari Hubble kali ini memberikan bukti statistik yang jauh lebih kuat dibandingkan pengamatan sebelumnya.
Lebih dari dua dekade yang lalu, Hubble telah memulai pengamatan awalnya terhadap pusat galaksi M87 dengan menggunakan kamera Faint Object Camera (FOC) generasi pertama. Saat itu, astronom mencatat adanya peristiwa transien berwarna biru yang mungkin merupakan tanda-tanda nova. Namun, dengan keterbatasan jangkauan kamera FOC, mereka tidak dapat membandingkan aktivitas di sekitar jet dengan wilayah lainnya. Dengan teknologi kamera yang lebih baru dan canggih, Hubble kini mampu memberikan gambaran yang jauh lebih luas dan mendalam, memungkinkan peneliti untuk mengamati lebih banyak ledakan nova dan memetakan pola yang terjadi.
Meskipun temuan ini menimbulkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban, satu hal yang pasti: jet lubang hitam supermasif tampaknya memiliki efek besar pada lingkungan galaksi di sekitarnya. Para astronom berspekulasi bahwa mungkin tekanan cahaya dari jet yang sangat kuat memicu ledakan nova dengan mempercepat proses pengumpulan hidrogen di katai putih, meski mekanisme pastinya masih belum dipahami sepenuhnya.
"Hubble benar-benar satu-satunya teleskop yang mampu melakukan pengamatan ini," kata Shara. Teleskop berbasis darat tidak memiliki resolusi yang cukup untuk melihat secara jelas peristiwa nova di dekat inti galaksi M87 karena lingkungan sekitar lubang hitam terlalu terang. Namun, berkat kejelasan yang tak tertandingi dari Hubble, peneliti dapat mengamati detail-detail kecil yang tidak mungkin dilihat dari teleskop darat.
Pada akhirnya, temuan ini menunjukkan bahwa masih banyak hal yang belum kita ketahui tentang bagaimana jet lubang hitam berinteraksi dengan bintang-bintang di galaksi. Penemuan ini membuka peluang bagi penelitian lebih lanjut untuk memahami lebih dalam dinamika kompleks yang terjadi di sekitar lubang hitam dan bagaimana fenomena dahsyat ini mempengaruhi formasi bintang serta siklus hidup galaksi.(aj)
Editor : Prisilia Rumengan