RADARPAPUA – Sebuah penemuan dapat menjadi terobosan besar dalam memahami bagaimana alam semesta kita berkembang. Seorang Ilmuwan menemukan bahwa ledakan dari tabrakan bintang neutron, yang dikenal sebagai kilonova, memberikan data yang lebih simetris dan akurat daripada metode sebelumnya.
Kilonova, hasil dari tabrakan bintang mati yang menyisakan ledakan energi luar biasa, telah menarik perhatian karena bentuknya yang bulat sempurna. Penemuan ini mengatasi kesulitan pengukuran jarak galaksi dengan supernova yang sering memerlukan kalibrasi yang rumit.
Albert Sneppen, seorang kandidat doktor di Institut Niels Bohr, menjelaskan bahwa ledakan ini tidak hanya cantik dari segi simetri, tetapi juga berfungsi sebagai "alat ukur kosmik" yang lebih sederhana. Tidak seperti supernova yang bervariasi dalam kecerahannya, kilonova menawarkan metode yang lebih konsisten untuk menghitung jarak galaksi yang sangat jauh.
Metode ini menggunakan pengurangan energi cahaya dari ledakan yang diukur seiring cahaya tersebut bergerak melalui jutaan tahun cahaya.
Satu contoh kilonova yang ditemukan pada 2017, sekitar 140 juta tahun cahaya dari Bumi, memberikan hasil yang mendekati angka yang didapat dari pengukuran radiasi latar kosmik.
Meskipun metode ini menjanjikan, para ilmuwan masih perlu lebih banyak contoh untuk menyempurnakan hasilnya. Hal ini disebabkan karena pengukuran jarak kosmik adalah salah satu teka-teki terbesar dalam astronomi modern, dengan perbedaan besar antara pengukuran supernova dan latar kosmik yang memunculkan "Hubble trouble."
Namun, para ilmuwan optimis bahwa kilonova dapat menawarkan cara baru untuk mengukur ekspansi alam semesta yang lebih akurat, tanpa memerlukan kalibrasi tambahan seperti pada pengukuran sebelumnya. Jika hasil ini terbukti dalam lebih banyak studi, ini dapat merevolusi cara kita memahami perluasan kosmos.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan