Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Tulang Jari Dinosaurus Ditemukan di Lesotho Ungkap Bahwa Afrika Sudah Mengenal Fosil Sebelum Peneliti Inggris

Prisilia Rumengan • Sabtu, 28 September 2024 | 21:07 WIB
Sisa-sisa fosil dinosaurus berleher panjang Massospondylus.
Sisa-sisa fosil dinosaurus berleher panjang Massospondylus.

RADARPAPUA – Temuan tulang jari dinosaurus di sebuah tempat perlindungan batu di Lesotho telah membuka wacana baru tentang sejarah pengenalan fosil oleh masyarakat Afrika.

Menurut para arkeolog, masyarakat setempat mungkin telah menemukan dan mengidentifikasi fosil dinosaurus berabad sebelum para ilmuwan Inggris memulai studi mereka.

Fosil ini merupakan bagian dari penemuan yang ditemukan di dekat sebuah tempat suci di Lesotho, dan menunjukkan bahwa orang Afrika mungkin telah lama mengetahui adanya hewan purba tersebut.

Penemuan ini menantang pandangan umum bahwa pengetahuan tentang fosil baru dimulai pada abad ke-19 oleh ilmuwan Eropa.

Peneliti mengungkap bahwa meskipun masyarakat Afrika pada saat itu tidak memiliki pemahaman ilmiah modern seperti sekarang, mereka kemungkinan sudah mengenali bahwa tulang yang mereka temukan berasal dari makhluk besar yang pernah hidup di bumi.

Menurut salah satu peneliti, Dr. Timothy Bromage dari University of Southern California, ini merupakan bukti penting bahwa budaya Afrika sudah berinteraksi dengan fosil-fosil dinosaurus sebelum penjelajahan ilmiah Eropa.

Fosil yang ditemukan tersebut diperkirakan berasal dari spesies dinosaurus yang hidup sekitar 200 juta tahun yang lalu.

Tulang jari ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat setempat mungkin mengumpulkan atau setidaknya memiliki perhatian khusus terhadap tulang-tulang yang ada di sekitar lingkungan mereka. Ini memperkuat teori bahwa masyarakat purba di berbagai belahan dunia mungkin memiliki pemahaman lebih dari yang kita duga tentang fosil dan sejarah bumi.

Penelitian di Lesotho ini juga memberikan perspektif baru mengenai bagaimana budaya non-Barat memiliki sejarah panjang dengan fosil sebelum diperkenalkan oleh ahli-ahli Barat. Tim arkeologi di lokasi penemuan berharap bahwa temuan ini akan menginspirasi lebih banyak penelitian terkait pengetahuan lokal tentang fosil di seluruh Afrika, dan memperkaya pemahaman kita mengenai bagaimana masyarakat purba memahami alam sekitar mereka.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#fosil #tulang #penemuan #dinosaurus