Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Fosil Nekemias mucronata: Mengungkap Sejarah Kuno Penyebaran Tanaman Anggur di Eropa

Prisilia Rumengan • Senin, 30 September 2024 | 17:11 WIB
Selebaran lateral fosil Nekemias mucronata dari koleksi Museum Ilmu Pengetahuan Alam Barcelona.
Selebaran lateral fosil Nekemias mucronata dari koleksi Museum Ilmu Pengetahuan Alam Barcelona.

RADARPAPUA - Penemuan terbaru tentang fosil tanaman anggur di Eropa mengubah pandangan ilmuwan tentang sejarah evolusi keluarga anggur (Vitaceae). Studi yang diterbitkan dalam Journal of Systematics and Evolution (JSE) oleh peneliti Aixa Tosal dari Universitas Barcelona, mengungkapkan bahwa spesies nenek moyang tanaman anggur ternyata sudah ada di wilayah Eropa sekitar 41 juta tahun yang lalu, jauh lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya. Fosil spesies baru yang ditemukan, Nekemias mucronata, memberikan wawasan baru tentang penyebaran dan evolusi keluarga tanaman anggur di benua Eropa dan Asia Tengah.

Sebelumnya, ilmuwan percaya bahwa tanaman keluarga anggur baru muncul di Eropa sekitar 23 juta tahun yang lalu. Namun, penemuan Nekemias mucronata menunjukkan bahwa garis keturunan tanaman ini sudah hadir di wilayah tersebut selama periode Eosen Tengah, sekitar 20 juta tahun lebih awal dari perkiraan sebelumnya. Menariknya, tanaman ini memiliki kemiripan dengan spesies anggur yang saat ini ditemukan di Amerika Utara, seperti Nekemias arborea. Selain itu, Nekemias mucronata hidup berdampingan dengan Ampelopsis hibschii, nenek moyang dari spesies Ampelopsis orientalis yang sekarang hanya ditemukan di Mediterania Timur.

Fosil Nekemias mucronata juga menunjukkan kemampuan tanaman ini untuk beradaptasi dengan berbagai kondisi iklim. Spesies ini mampu tumbuh di iklim dingin dengan suhu musim dingin yang rendah hingga -4,6°C, seperti yang terjadi di Kazakhstan pada periode Oligosen, serta di daerah yang lebih hangat seperti Semenanjung Iberia. Kemampuan bertahan hidup di berbagai iklim ini membuat Nekemias mucronata menjadi tanaman yang fleksibel, tidak terlalu bergantung pada curah hujan, dan mampu tumbuh di daerah dengan curah hujan tinggi maupun rendah.

Menurut Thomas Denk dari Museum Sejarah Alam Swedia, penyebaran tanaman ini kemungkinan terjadi melalui dua jalur utama: pertama, melalui jembatan darat Atlantik Utara dari India ke Eropa dan Amerika Utara, atau kedua, melalui Selat Bering dari Asia Timur ke Amerika dan kemudian ke Eropa. Penemuan ini juga menyoroti betapa cepatnya penyebaran tanaman keluarga anggur pada masa Eosen dan Oligosen, meskipun beberapa populasi akhirnya punah akibat perubahan iklim seperti meningkatnya kekeringan di Eropa Selatan pada masa Oligosen.

Penelitian lebih lanjut tentang fase awal penyebaran keluarga anggur ini masih diperlukan. Dengan penemuan fosil Nekemias mucronata, peneliti berharap dapat mengungkap lebih banyak misteri tentang sejarah evolusi tanaman anggur yang terjadi puluhan juta tahun yang lalu.(aj)

 

Editor : Prisilia Rumengan
#paleobotani #fosil tanaman #penelitian #tanaman Anggur #sejarah #Evolusi