Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Fosil Brasilodon dan Riograndia: Mengungkap Evolusi Rahang Mamalia yang Menakjubkan

Richard Lawongan • Senin, 30 September 2024 | 17:17 WIB
Riograndia and Brasilodon
Riograndia and Brasilodon

RADARPAPUA - Penemuan fosil spesies Brasilodon quadrangularis dan Riograndia guaibensis memberikan wawasan penting tentang evolusi rahang dan tulang telinga tengah mamalia. Penelitian terbaru ini mengungkapkan bahwa proses evolusi pada nenek moyang mamalia, yang dikenal sebagai cynodont, ternyata terjadi jauh lebih awal dari yang sebelumnya diperkirakan. Melalui pemindaian CT, para peneliti berhasil merekonstruksi struktur rahang cynodonts ini untuk pertama kalinya, memberikan gambaran jelas tentang bagaimana rahang mamalia berevolusi.

Mamalia memiliki keunikan dalam struktur rahangnya serta keberadaan tiga tulang di telinga tengah. Pada vertebrata awal, hanya ada satu tulang di telinga tengah. Perubahan evolusi ini sudah lama memikat para ilmuwan, dan studi ini menemukan bahwa fitur rahang mamalia sebenarnya telah berevolusi secara independen di beberapa kelompok cynodonts, ribuan tahun sebelum perubahan serupa terjadi di spesies lain yang lebih dekat dengan mamalia modern.

Fosil Riograndia guaibensis menunjukkan kontak rahang "gaya mamalia" dengan tengkoraknya yang muncul sekitar 17 juta tahun lebih awal dari contoh yang paling tua yang pernah ditemukan. Namun, kontak serupa tidak ditemukan pada fosil Brasilodon quadrangularis, yang menunjukkan bahwa evolusi rahang mamalia terjadi dalam pola yang lebih kompleks dan bervariasi, bukan melalui jalur tunggal seperti yang dulu dipercaya.

Penemuan ini mengubah cara kita memandang evolusi mamalia awal, menegaskan bahwa fitur seperti sendi rahang dan tulang telinga tengah berevolusi secara terpisah di berbagai kelompok cynodont. Hal ini juga memperkaya pemahaman kita tentang sejarah evolusi yang berlangsung dalam bentuk mosaik, di mana percobaan-percobaan evolusi dilakukan oleh berbagai spesies.

Profesor Marina Soares dari Museu Nacional di Brasil menambahkan bahwa Amerika Selatan, terutama Brasil, menyimpan beragam bentuk cynodont yang sangat dekat dengan mamalia awal. Penelitian lebih lanjut terhadap fosil-fosil dari wilayah ini diharapkan dapat membuka lebih banyak rahasia mengenai evolusi mamalia.(aj)

Editor : Richard Lawongan
#fosil #mamalia #penelitian #Riograndia #paleontologi #Brasilodon