Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan di Chamborêt Menyingkap Jejak Kepercayaan Spiritual dari Zaman Neolitikum Hingga Romawi

Prisilia Rumengan • Rabu, 2 Oktober 2024 | 15:40 WIB
Sebuah tim dari badan arkeologi nasional Prancis INRAP menemukan situs tersebut di dekat desa Chamborêt, sekitar 12 mil di utara Limoges.
Sebuah tim dari badan arkeologi nasional Prancis INRAP menemukan situs tersebut di dekat desa Chamborêt, sekitar 12 mil di utara Limoges.

RADARPAPUA – Di desa Chamborêt, Prancis, arkeolog telah menemukan reruntuhan Romawi berusia 1.700 tahun yang dibangun di atas mata air suci dari zaman Neolitikum. Lokasi ini telah digunakan oleh berbagai peradaban selama ribuan tahun, dengan bukti adanya pemujaan spiritual yang berkelanjutan. Penemuan ini menjadi titik penting dalam memahami bagaimana situs-situs alam yang dianggap suci oleh orang-orang Neolitikum terus memainkan peran penting dalam kehidupan spiritual masyarakat Romawi.

Peneliti menemukan berbagai artefak dari zaman Romawi, termasuk pecahan keramik, koin, dan patung wajah dewa atau Medusa. Figur ini, yang kemungkinan ditempatkan di dekat mata air, dianggap memiliki peran apotropaik, yakni melindungi tempat itu dari roh jahat. Selain itu, reruntuhan Romawi yang mencakup kolam dan dinding yang dibangun di sekitar mata air suci menunjukkan pentingnya situs ini baik untuk keperluan spiritual maupun praktis. Sebuah survei radar penembus tanah juga mengungkap adanya sistem pemandian Romawi dan saluran air yang dibangun di sekitar mata air tersebut.

Bagi masyarakat Neolitikum, mata air ini juga memiliki nilai spiritual yang kuat, dengan bukti temuan artefak prasejarah seperti serpihan batu dan pisau yang berasal dari periode Neolitikum. Situs ini diperkirakan telah digunakan sejak 4.500 hingga 6.000 tahun yang lalu, jauh sebelum orang Romawi tiba. Kombinasi penggunaan situs ini oleh dua peradaban besar menekankan betapa pentingnya keberlanjutan spiritual pada tempat ini selama ribuan tahun.

Situs ini berpotensi menjadi daya tarik wisata baru di wilayah tersebut, dengan pemerintah setempat merencanakan penggalian lebih lanjut dan kemungkinan membangun pusat pengunjung untuk memperkenalkan sejarahnya kepada publik. Lokasi yang hanya beberapa mil dari Limoges, kota terkenal dengan porselen dan arsitektur abad pertengahannya, menawarkan kesempatan besar untuk menarik wisatawan dan meningkatkan ekonomi lokal.

Dengan temuan yang terus berkembang, para peneliti berharap dapat menggali lebih dalam tentang kehidupan sehari-hari orang Romawi serta hubungan mereka dengan komunitas lokal di masa Neolitikum, sekaligus memberi wawasan lebih mendalam tentang warisan budaya kawasan ini yang kaya.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#Prancis #artefak #Penemuan mengejutkan #neolitikum #spiritual #penemuan #keramik #kuno