Misteri Pemakaman Megalitikum Panoría: Mengapa Lebih Banyak Wanita yang Dimakamkan?
Prisilia Rumengan• Rabu, 2 Oktober 2024 | 17:15 WIB
Makam yang digali, pemakaman Panoría, Spanyol
RADARPAPUA - Sebuah penemuan mengejutkan terungkap di nekropolis megalitikum Panoría, Granada, Spanyol. Tim peneliti multidisiplin yang dipimpin oleh kelompok riset Arkeometri dari Universitas Tübingen dan GEA dari Universitas Granada menemukan bahwa jumlah perempuan yang dimakamkan dua kali lebih banyak daripada laki-laki. Ketidakseimbangan ini bahkan lebih menonjol di antara populasi muda, dengan rasio 10 perempuan untuk setiap satu laki-laki.
Nekropolis Panoría: Jejak Sejarah Berusia Ribuan Tahun
Terletak di ujung timur Sierra Harana, tepatnya di kota Darro, nekropolis Panoría memiliki setidaknya 19 makam yang telah digali sejak 2015 hingga 2019. Situs ini merupakan tempat pemakaman kolektif, di mana lebih dari 55.000 sisa kerangka manusia telah ditemukan. Berdasarkan penanggalan, pemakaman pertama di Panoría dimulai sekitar 5.600 tahun yang lalu dan berlangsung hingga 4.100 tahun lalu.
Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Scientific Reports, analisis DNA dan protein amelogenin yang ada pada enamel gigi digunakan untuk menentukan jenis kelamin biologis. Hasilnya menunjukkan bias besar terhadap pemakaman perempuan di seluruh makam yang diteliti, dalam semua kelompok umur, selama periode penggunaan nekropolis tersebut.
Mengapa Lebih Banyak Perempuan Dimakamkan?
Bias pemakaman terhadap perempuan yang begitu signifikan di Panoría sangat jauh dari komposisi populasi manusia pada umumnya yang seimbang antara laki-laki dan perempuan. Kondisi ini biasanya hanya terjadi dalam situasi luar biasa seperti perang, konflik, atau migrasi besar-besaran. Namun, karena bias ini konsisten sepanjang penggunaan nekropolis, dapat dipastikan bahwa ini merupakan keputusan sosial yang berlangsung lama, bukan akibat dari peristiwa luar biasa.
Peneliti berspekulasi bahwa bias ini mungkin berkaitan dengan praktik pemakaman berbasis garis keturunan matrilineal, di mana hubungan keluarga dan ikatan sosial ditentukan melalui garis ibu. Ini berarti, perempuan memegang peran penting dalam struktur sosial dan ritual pemakaman masyarakat Panoría. Selain itu, praktik antropologis exogami laki-laki—di mana laki-laki muda sering kali meninggalkan keluarga mereka untuk bergabung dengan kelompok kerabat lain—bisa menjadi alasan mengapa lebih sedikit laki-laki yang dimakamkan di situs ini.
Dengan adanya representasi perempuan yang dominan, struktur sosial di Panoría tampaknya berpusat pada perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa gender memainkan peran penting dalam tradisi budaya dan ritual pemakaman masyarakat ini. Penelitian lebih lanjut mungkin dapat mengungkap lebih dalam bagaimana peran perempuan mempengaruhi kehidupan sosial pada zaman tersebut.
Penemuan di Panoría memberikan wawasan baru tentang bagaimana masyarakat kuno mungkin membentuk sistem sosial yang berbeda dari apa yang biasa kita lihat saat ini. Apakah bias ini benar-benar mencerminkan masyarakat matrilineal atau ada alasan lain di baliknya, hal ini tetap menjadi misteri yang menarik untuk dipecahkan.(aj)