Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Rahasia Ekspresi "Puppy Dog Eyes" Coyote: Bukan Hanya Milik Anjing

Richard Lawongan • Kamis, 3 Oktober 2024 | 07:31 WIB
Ternyata coyote memiliki otot wajah yang terkenal memungkinkan anjing memperlebar mata mereka menjadi tampilan memelas seperti "puppy-dog eyes" yang memikat manusia.
Ternyata coyote memiliki otot wajah yang terkenal memungkinkan anjing memperlebar mata mereka menjadi tampilan memelas seperti "puppy-dog eyes" yang memikat manusia.

RADARPAPUA - Pernah melihat ekspresi anjing dengan mata memelas yang disebut "puppy dog eyes"? Ternyata, ekspresi ini tidak hanya dimiliki oleh anjing domestik, tetapi juga oleh coyote liar. Penelitian terbaru dari Baylor University menemukan bahwa coyote memiliki otot yang sama, yaitu levator anguli oculi medialis (LAOM), yang bertanggung jawab untuk mengangkat alis bagian dalam dan menciptakan ekspresi tersebut. Temuan ini menantang asumsi lama bahwa kemampuan ini hanya muncul pada anjing sebagai hasil domestikasi.

Penemuan Baru: Coyote dan Anjing Berbagi Otot Ekspresi Wajah
Tim peneliti yang dipimpin oleh Patrick Cunningham, mahasiswa Ph.D. dari Departemen Biologi di Baylor University, menemukan bahwa otot LAOM pada coyote berkembang dengan baik, sama seperti pada anjing. Penemuan ini memberikan bukti bahwa kemampuan menghasilkan ekspresi "puppy dog eyes" kemungkinan merupakan sifat yang diwariskan dari nenek moyang bersama antara anjing, coyote, dan serigala abu-abu.

Perbandingan dengan Serigala Abu-Abu
Penelitian ini juga membandingkan otot wajah pada coyote, anjing, dan serigala abu-abu. Hasilnya, otot LAOM pada serigala abu-abu telah mengalami perubahan atau bahkan hilang, yang menunjukkan bahwa ekspresi wajah ini mungkin bukan hasil dari seleksi manusia selama domestikasi anjing, melainkan sifat leluhur yang sudah ada sebelum spesies ini terpisah.

Cunningham mengatakan, "Penelitian kami menunjukkan bahwa coyote dan anjing tidak hanya berbagi kesamaan perilaku, tetapi juga sejarah evolusi yang mencakup kemampuan membuat ekspresi yang sebelumnya kita kira hanya ada pada hewan yang didomestikasi."


Penemuan ini membuka peluang baru untuk memahami evolusi ekspresi wajah pada mamalia. Diperkirakan otot LAOM awalnya berevolusi untuk fungsi-fungsi yang terkait dengan penglihatan dan gerakan mata, bukan untuk berkomunikasi dengan manusia. Penelitian lebih lanjut pada spesies canid lainnya, seperti serigala merah dan anjing liar Afrika, dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang peran ekspresi wajah dalam komunikasi dan bertahan hidup di alam liar.(aj)

Editor : Richard Lawongan
#Coyote #PuppyDogEyes #anjing #penelitian #CanisGenus #ekspresi wajah #Evolusi