Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan di Dasar Laut: Bagaimana Ventilasi Hidrotermal Mungkin Menjadi Awal Kehidupan dan Solusi Energi Masa Depan

Richard Lawongan • Jumat, 4 Oktober 2024 | 06:26 WIB
Gambar Ilustrasi ventilasi hidrotermal
Gambar Ilustrasi ventilasi hidrotermal

RADARPAPUA - Penelitian terbaru yang dipimpin oleh Ryuhei Nakamura dari RIKEN Center for Sustainable Resource Science (CSRS) dan Earth-Life Science Institute (ELSI) Tokyo Institute of Technology mengungkapkan nanostruktur anorganik di sekitar ventilasi hidrotermal lautan dalam yang menyerupai molekul penting dalam kehidupan modern. Nanostruktur ini, yang terbentuk secara alami, berfungsi sebagai saluran ion selektif dan mampu menghasilkan energi listrik. Penemuan ini, yang dipublikasikan pada 25 September di Nature Communications, tidak hanya mengubah pemahaman kita tentang asal-usul kehidupan, tetapi juga dapat diterapkan dalam industri energi biru.

Ventilasi Hidrotermal: Sumber Kehidupan dan Energi

Ventilasi hidrotermal, yang sering disebut sebagai tempat kelahiran kehidupan di Bumi, terjadi ketika air laut meresap jauh ke dalam Bumi melalui celah-celah dasar laut, lalu dipanaskan oleh magma, dan kembali naik ke permukaan melalui celah-celah yang disebut ventilasi hidrotermal. Air panas yang keluar membawa mineral terlarut yang mengendap ketika bertemu air laut yang dingin, membentuk struktur padat yang dikenal sebagai endapan mineral.

Penelitian ini berfokus pada ventilasi hidrotermal yang dihasilkan oleh batu serpentinit, yang kaya akan oksida logam, hidroksida, dan karbonat. Salah satu temuan yang mengejutkan adalah kemampuan konversi energi osmotik – yang merupakan sumber energi bagi kehidupan modern – ternyata bisa terjadi tanpa kehadiran makhluk hidup, atau secara abiotik, di lingkungan geologis ini. Energi osmotik dihasilkan oleh perbedaan konsentrasi ion antara bagian dalam dan luar sel hidup, dan kini terbukti bahwa proses serupa terjadi secara alami di ventilasi hidrotermal.

Nanopori dan Pembentukan Energi Listrik

Sampel utama yang diteliti adalah batu brucite sepanjang 84 cm dari Shinkai Seep Field di Palung Mariana, pada kedalaman 5743 meter. Ketika diobservasi dengan mikroskop optik dan sinar-X, kristal brucite tersebut tersusun dalam bentuk kolom-kolom berkelanjutan yang berfungsi sebagai saluran nano untuk cairan dari ventilasi. Permukaan endapan ini juga terbukti memiliki muatan listrik yang bervariasi, yang mengindikasikan adanya potensi untuk menghasilkan energi listrik melalui konversi osmotik.

Pengujian lebih lanjut mengungkapkan bahwa nanopori pada sampel mampu berfungsi seperti saluran ion selektif pada sel hidup. Misalnya, di tempat-tempat dengan karbonat di permukaan nanopori, ion natrium yang bermuatan positif dapat mengalir, sementara pada nanopori yang dilapisi kalsium, hanya ion klorida bermuatan negatif yang dapat lewat. Proses ini menyerupai mekanisme saluran ion yang terlihat pada sel saraf makhluk hidup.

Implikasi Terhadap Asal Usul Kehidupan dan Energi Biru

Penemuan ini memberikan wawasan penting tentang asal-usul kehidupan di Bumi. Ventilasi hidrotermal mungkin telah menciptakan kondisi yang ideal untuk pembentukan struktur molekul kompleks yang mirip dengan yang ada dalam sel-sel hidup, bahkan sebelum kehidupan muncul. Nanopori yang ditemukan di lingkungan ini dapat memainkan peran penting dalam menghasilkan energi osmotik yang mendukung bentuk kehidupan awal.

Selain itu, temuan ini juga membuka potensi besar untuk aplikasi industri, khususnya dalam pengembangan energi biru. Pembangkit listrik modern telah memanfaatkan perbedaan salinitas antara air laut dan air sungai untuk menghasilkan energi, namun dengan pemahaman baru tentang bagaimana struktur nanopori ini terbentuk secara alami, para insinyur mungkin dapat mengembangkan metode yang lebih efisien dalam memanen energi dari konversi osmotik.

Menurut Nakamura, pengetahuan ini dapat mengarah pada teknologi baru yang lebih baik untuk menghasilkan energi listrik dari perbedaan salinitas, dengan cara meniru proses alami yang terjadi di ventilasi hidrotermal.

Penemuan di ventilasi hidrotermal ini tidak hanya membantu kita memahami bagaimana kehidupan mungkin telah dimulai di Bumi, tetapi juga berpotensi menawarkan solusi berkelanjutan untuk tantangan energi masa depan. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang cara alam menghasilkan energi melalui struktur nano, kita bisa bergerak menuju teknologi energi yang lebih ramah lingkungan dan efisien.(aj)

 

Editor : Richard Lawongan
#Nanoteknologi #Asal usul kehidupan #VentilasiHidroterma #EnergiBiru #Penemuan Ilmiah