Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Ukiran Batu Berusia 2.000 Tahun di Tebing Brasil Mengungkap Pandangan Masyarakat Kuno Tentang Alam dan Benda Langit

Prisilia Rumengan • Jumat, 4 Oktober 2024 | 10:53 WIB
Situs arkeologi terletak di tebing berbatu yang berdekatan di Taman Negara Brazil.
Situs arkeologi terletak di tebing berbatu yang berdekatan di Taman Negara Brazil.

RADARPAPUA— Sebuah tim arkeolog menemukan ukiran batu berusia 2.000 tahun di tebing berbatu di Lembah Sungai São Francisco, Brasil. Ukiran-ukiran ini menggambarkan berbagai benda langit seperti matahari dan bulan, serta hewan-hewan lokal yang kemungkinan besar memiliki makna spiritual bagi masyarakat kuno yang menghuni wilayah tersebut. Penemuan ini memberikan wawasan baru mengenai pandangan dan kepercayaan masyarakat prasejarah di kawasan tersebut.

Menurut laporan dari para peneliti, ukiran ini mungkin merupakan bagian dari praktik ritual atau upaya masyarakat kuno untuk menghubungkan diri dengan alam dan siklus kosmik. Tebing-tebing berbatu di Lembah Sungai São Francisco telah lama dikenal sebagai rumah bagi berbagai peninggalan arkeologis, namun penemuan ini menjadi salah satu yang paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir karena kelengkapan dan detail yang ditemukan pada ukiran tersebut.

Peneliti utama dari Universitas São Paulo, Dr. Maria Helena Dias, mengatakan bahwa ukiran ini kemungkinan dibuat oleh masyarakat pemburu-pengumpul yang hidup di wilayah itu ribuan tahun lalu. "Ini adalah jendela yang luar biasa ke dalam dunia spiritual mereka. Benda langit dan hewan-hewan ini mungkin memiliki makna yang dalam bagi mereka," ujar Dias dalam wawancaranya

Dalam temuan ini, selain ukiran benda langit, ada juga penggambaran binatang seperti burung, kura-kura, dan hewan darat lainnya yang diyakini memiliki hubungan kuat dengan siklus hidup dan kepercayaan masyarakat pada masa itu. Dias juga menambahkan bahwa ukiran-ukiran tersebut diukir dengan teknik yang sangat teliti, menandakan bahwa masyarakat yang membuatnya memiliki pengetahuan tentang seni dan teknik pahat yang canggih.

Situs arkeologi di sekitar lembah ini sebenarnya sudah lama dikenal, namun banyak dari situs-situs tersebut masih belum sepenuhnya diteliti. Penemuan ini menunjukkan potensi besar kawasan ini sebagai pusat penelitian arkeologi di masa depan. Lembah Sungai São Francisco sendiri telah menjadi fokus studi arkeologi karena situs-situs yang mengungkap kehidupan manusia kuno di kawasan tersebut.

Dengan penemuan ini, arkeolog berharap dapat menemukan lebih banyak lagi peninggalan yang bisa memberikan gambaran lebih jelas tentang bagaimana masyarakat di masa prasejarah memahami dunia di sekitar mereka, serta bagaimana mereka berhubungan dengan alam dan kosmos.

Ke depan, para peneliti berencana untuk melakukan penelitian lebih mendalam di kawasan tersebut, untuk mempelajari lebih lanjut tentang pola kehidupan, kepercayaan, dan teknologi masyarakat kuno. Penemuan ini juga diharapkan dapat membantu melestarikan situs-situs bersejarah yang rentan rusak akibat erosi dan aktivitas manusia.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#ukiran #benda langit #arkeolog #penemuan #kuno #arkeologi #sejarah #penemuan menakjubkan